nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Visa Umroh, Salah Satu Cara TKI Ilegal Masuk Arab Saudi

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 22 Februari 2018 14:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 22 18 1863132 visa-umroh-salah-satu-cara-tki-ilegal-masuk-arab-saudi-5XXTBBwzxm.jpg Ilustrasi (dok. Okezone)

JAKARTA – Moratorium pengiriman tenaga kerja (TKI) ke Arab Saudi secara resmi berlaku sejak Mei 2015. Akan tetapi, pada faktanya masih banyak TKI yang masuk secara ilegal ke Arab Saudi lewat berbagai jalur, salah satunya adalah mengakali visa umroh.

“Kita berupaya menutup semua lubang kemungkinan yang terjadi. Akan tetapi, setiap kali kita tutup, ada cara lain yang ditemukan, salah satunya lewat umroh,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, dalam press briefing mingguan, Kamis (22/2/2018).

“Mereka datang dengan visa umroh lewat paket perjalanan, tetapi sesampainya di sana malah menghilang. Sulit sekali bagi kita untuk mengecek dan mencari kalau hilang,” imbuh pria yang akrab disapa Tata itu.

BACA JUGA: Moratorium TKI ke Arab Saudi Dinilai Diskriminatif, Begini Jawaban BNP2TKI

Arrmanatha mengatakan, pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus bekerja keras dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Kementerian Agama, dan Badan Nasional Perlindungan dan Penempatan TKI (BNP2TKI) untuk mengatasi hal tersebut. Ia mengakui, memang tidak mudah untuk menutup 100% setiap celah yang ada.

Pria berkacamata itu menambahkan, moratorium pengiriman TKI ke Arab Saudi hingga saat ini masih berlaku. Namun, pemberlakuan moratorium itu selalu ditinjau ulang (review) secara reguler.

“Kita sedang meninjau ulang yang dilakukan secara reguler, sama seperti dengan negara lain. Kita juga akan menggelar pertemuan bilateral kedua negara di level SOM (pertemuan pejabat senior kementerian),” tukas Arrmanatha.

BACA JUGA: Keren! Ini Cara BNP2TKI Tangkal Pengiriman TKI Ilegal ke Arab Saudi

Pada September 2017, Sekretaris Utama BNP2TKI, Hermono, menyebut sekira 2.500 orang setiap bulan menuju Timur Tengah untuk mencari penghidupan yang lebih baik meski lewat jalur ilegal. Sebagian besar dari ribuan TKI ilegal itu menjadikan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab sebagai tujuan akhir.

“Kita sudah berusaha mencegah tetapi tidak seluruhnya efektif. Arab Saudi juga tidak bisa menghentikan karena nyatanya mereka juga butuh tenaga kerja,” terang Hermono kepada awak media di Auditorium Kementerian Ketenagakerjaan, pada Rabu 20 September 2017.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini