Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Lucky Lady II Mengudara Bawa Misi Keliling Dunia Pertama

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Senin, 26 Februari 2018 |06:01 WIB
Lucky Lady II Mengudara Bawa Misi Keliling Dunia Pertama
Replika pesawat Lucky Lady II (Foto: B29-Superfortress)
A
A
A

MENGEMBAN misi menjadi penerbangan lintas global pertama, pesawat B-50 Superfortress, yang dijuluki Lucky Lady II lepas landas dari Pangkalan Udara Carswell, Fort Worth, Texas, Amerika Serikat (AS) pada 26 Februari 1949. Misi tersebut tidak mudah sebab Lucky Lady II harus menjalani penerbangan nonstop.

Melansir dari History, Senin (26/2/2018), pesawat B-50 Superfortress itu dipimpin oleh Kapten James Gallagher dan membawa 14 orang kru. Pesawat terbang dalam kecepatan rata-rata 400 kilometer per jam (km/jam) dan menempuh jarak 37.742 km.

Meski demikian, selama mengudara, Lucky Lady II diisi ulang bahan bakar selama empat kali oleh pesawat tanker B-29. Pesawat B-50 Superfortress sendiri merupakan versi terkini (pada saat itu) dari armada B-29 yang digunakan bertempur di Perang Dunia II.

Dinukil dari Wired, pengisian bahan bakar di udara merupakan tantangan terbesar dalam misi penerbangan lintas global nonstop itu. Meski saat ini sudah cukup sering dilakukan, teknik pengisian bahan bakar di udara saat itu belum banyak digunakan. Empat pasang tanker B-29 yang berbasis di Azores, Portugal; Arab Saudi; Filipina; dan Hawaii digunakan sebagai stasiun pengisian bahan bakar di udara.

Lucky Lady II sesungguhnya adalah pesawat kedua yang ditugaskan untuk menjalani misi mengelilingi dunia nonstop. Pesawat pertama, B-50 bernama Global Queen, mengalami masalah mesin setelah lepas landas pada 25 Februari dan mendarat di Azores.

Pesawat Lucky Lady II lantas lepas landas satu hari berselang. Pesawat akhirya mendarat kembali di Amerika Serikat setelah 94 jam mengudara.

Puluhan tahun berikutnya, tepatnya pada Desember 1986, Voyager, pesawat ringan berpenggerak baling-baling itu mendarat di Pangkalan Udara Edwards, California. Pesawat yang sebagian besar bahan bakunya berasal dari plastik itu berhasil menyelesaikan penerbangan keliling dunia tanpa melakukan pengisian bahan bakar sama sekali.

(Wikanto Arungbudoyo)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement