Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mencari Pendamping Jokowi untuk Pilpres 2019

Salman Mardira , Jurnalis-Rabu, 28 Februari 2018 |19:51 WIB
Mencari Pendamping Jokowi untuk Pilpres 2019
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memimpin rapat terbatas di Kantor Kepresidenan, Jakarta (Puspa/Antara)
A
A
A

Sejauh ini, nama Jokowi dan Prabowo masih teratas dalam berbagai survei capres pilihan rakyat. Tokoh lain belum ada yang mampu menandingi elektabilitas maupun popularitas kedua tokoh.

Survei Populi Center menyebutkan 52,8% respondennya memilih Jokowi saat ditanya secara terbuka tokoh yang diinginkan jadi presiden. Posisi kedua ditempati Prabowo 15,4%.

“Ketika diberi pertanyaan terbuka dua tokoh Jokowi dan Prabowo untuk dipilih menjadi presiden pada 2019; Jokowi 64,3 persen, Prabowo Subianto 25,3 persen," kata peneliti dari Populi Center Hartanto Rosojati saat merilis hasil jajak pendapatnya, Rabu (28/2/2018).

Sebelumnya lembaga Median juga merilis survei soal elektabilitas capres. Jokowi masih di atas dengan 35% dan Prabowo Subianto 21,2%. Elektabilitas Jokowi berdasarkan survey Poltracking 48,6%, Prabowo 25,1%.

Survei Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) terkait capres yang dirilis awal 2018 juga Jokowi masih unggul 53,8%, sedangkan Prabowo 18,5%. "Sebanyak 66,9 persen responden menyatakan setuju," ujar Direktur Utama SMRC, Djayadi Hanan.

(Baca juga: Diminta Hanura Jadi Cawapres Jokowi, Wiranto: Saya Enggak Akan Bikin Tim Sukses)

Menang di berbagai survei sebagai capres, membuat Jokowi pun kini banyak dikaitkan dengan nama-nama yang dinilai potensial jadi cawapres. Di antaranya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Gatot Nurmantyo, Anies Baswedan, Hary Tanoesoedibjo, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, Wiranto bahkan Puan Maharani.

Prabowo dan Jokowi (Antara)

Dalam survei pada 7 sampai 16 Februari dengan cara wawancara langsung terhadap 1.200 responden di 34 provinsi di Indonesia, Populi Center sempat mensimulasi duet Jokowi-AHY. Hasilnya, pasangan itu unggul 50,8% dibanding Prabowo-Anies yang hanya mendapat 27,8% suara responden.

Populi juga merilis elektabilitas cawapres yang potensial mendampingi Jokowi. JK dan Prabowo berada di urutan teratas dengan tingkat kepercayaan 15,6% dan 11,5%. Di posisi ketiga ada Gatot Nurmantyo 10,0 %. Disusul AHY 5,9 %.

(Baca juga: Bamsoet: Jokowi-Prabowo Pasangan Ideal di Pilpres 2019)

Kemudian Mahfud MD 4,8 %, Harry Tanoesoedibjo 4,1%, Susi Pudjiastuti 3,7%, Sri Mulyani 3,2%, Muhaimin Iskandar 2,7%, Puan Maharani 1,9%, Tito Karnavian 1,8%, Wiranto 1,8%, Moeldoko 0,8%, Zulkifli Hasan 0,3%, TGB Zainul Majdi 0,3%, Romahurmuziy 0,3%, Soekarwo 0,1%, Pratikno 0,1 %.

Politikus PDIP Maruara Sirait mengatakan, Jokowi harus memilih cawapres yang memiliki kriteria yakni bisa meningkatkan elektabilitasnya, nyaman bekerja dan bisa melanjutkan program-program.

Namun, menurut politikus PPP Ahmad Baidowi, kriteria cawapres agar Jokowi bisa menang adalah santri, intelektual, muda dan bersih atau berintegritas.

 

(Salman Mardira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement