Share

Heboh Resepsi Pernikahan Pakai Helikopter Polri, Warganet: Kok Pakai Aset Negara?

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Rabu 28 Februari 2018 15:54 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 28 340 1865994 heboh-resepsi-pernikahan-pakai-helikopter-polri-warganet-kok-pakai-aset-negara-Dkl9NBhAZ3.jpg Foto: Istimewa.

MEDAN - Sebuah video resepsi pernikahan di Pematang Siantar, Sumatera Utara, mendadak viral setelah diunggah ke sosial media. Video berdurasi sekitar 1 menit itu membuat heboh karena menuai decak kagum atas terekamnya detik-detik pergerakan helikopter yang membawa pasangan pengantin saat turun di tengah kerumunan anggota keluarganya yang sudah menunggu di lokasi yang belakangan diketahui sebagai Lapangan H Adam Malik, Pematang Siantar.

Sesaat setelah turun dari helikopter, pasangan pengantin itu lalu berjalan di atas karpet merah yang sudah disediakan. Pasangan itu kemudian disebut-sebut diarak ke gedung Green Camp Adventure Outbound Siantar, tempat resepsi berlangsung, dengan menggunakan BSA, becak motor khas Siantar.

Selain decak kagum, viralnya video itu juga karena helikopter yang digunakan dalam video itu diduga merupakan helikopter Polri B0-105 berwarna putih biru, alat utama sistem pertahanan yang harusnya tak dimanfaatkan untuk kepentingan nonoperasional kepolisian.

(Baca juga: Video Muazin di Cakung Meninggal saat Kumandangkan Azan Subuh Jadi Viral)

Untuk menyamarkam helikopter itu, logo dan tulisan Polri yang ada di lambung kabin sudah ditutup dengan sejenis stiker yang bertuliskan huruf F & T. Huruf F dan T itu diduga merupakan inisial kedua pasangan tersebut.

"Wah keren sekali, tapi kok pakai aset negara untuk resepsi. Bayar berapa tuh," cuit Teguh Suprayatna.

"Mau Riya tapi pakai punya negara. Tak patut, tak patut,"cuit Nanda Sari.

Menjawab cibiran tersebut Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting menjelaskan, bahwa pada hari Minggu tanggal 25 Februari Jam 10.00 WIB, kru helikopter Polda Sumut melaksanakan maintenance flight setelah pengecekan radio helikopter, yang mana pengecekan radio tersebut membutuhkan jarak frekuensi sekitar 25 nm, antara helikopter dengan bandara.

Setelah dilakukan pengecekan, hasilnya kurang bagus sehingga pilot helikopter atas nama Iptu Togu memutuskan untuk mendarat dulu dan mencari lapangan terdekat guna dilakukan pemeriksaan oleh teknisi. Akhirnya helikopter mendarat di sebuah lapangan yang terletak di samping Mapolres Pematang Siantar yang akhirnya diketahui namanya Lapangan Haji Adam Malik.

Pada saat pengecekan radio oleh teknisi, di lapangan tersebut sedang ada calon pengantin yang sedang melaksanakan foto prewedding, kemudian mereka menemui pilot atas nama Iptu Togu untuk meminta foto dekat helikopter polisi yang sedang mendarat. Mereka kemudian diizinkan mengambil foto di dekat helikopter Polri, juga bersama pilot.

Setelah pemeriksaan oleh teknisi dan radio selesai, pilot melanjutkan penerbangan ke Lanud Soewondo untuk mengisi BBM dan selanjutnya kembali Ke Mapolda Sumut.

"Jadi tidak benar bahwa helikopter Polri digunakan untuk mengangkut pasangan calon pengantin," tandas Rina.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini