nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tergiur Upah Rp30 Juta, Nandi Nekat Jadi Kurir Sabu Jaringan Kepri-Madura

Syaiful Islam, Jurnalis · Selasa 06 Maret 2018 15:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 06 519 1868626 tergiur-upah-rp30-juta-nandi-nekat-jadi-kurir-sabu-jaringan-kepri-madura-BZN17judyn.jpg Kurir Sabu Jaringan Kepri-Madura Ditangkap Polisi (foto: Ist)

SURABAYA - Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi Jawa Timur berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu ke pulau Madura. Dalam kasus ini, petugas berhasil menangkap seorang tersangka bernama Nandi Tri Misyar (29) warga asal Probolinggo.

Dari tangan tersangka, BNNP Jatim menyita sabu-sabu seberat 5,5 kg, yang sebagian besar dikemas dalam bungkus cokelat untuk mengelabuhi petugas. Sedangkan sisanya dibungkus dengan plastik.

Kurir Sabu Jaringan Kepri-Madura Ditangkap (foto: Ist)

(Baca Juga: Oknum PNS Diduga Jadi Pengedar Narkoba Ditangkap Polisi)

Tersangka ditangkap di pintu masuk Suramadu, setelah menempuh perjalanan laut dengan naik KM Dorolonda. Penangkapan sendiri dilakukan BNNP Jatim dibantu Lantamal V. Petugas terpaksa menembak tersangka karena berusaha kabur ketika akan disergap.

Kabid Pemberantasan BNNP Jatim AKBP Wisnu Chandra menjelaskan, penangkapan sendiri dilakukan pada Selasa (6/2/2018) sekira pukul 04.00 WIB. Tersangka sendiri merupakan kurir. Di mana dia bertugas untuk mengantarkan sabu pada pemesan di Madura.

"Tersangka Nandi diberi uang sebesar Rp1,5 Juta untuk biaya perjalanan. Jika berhasil sampai ke tangan pemesan, tersangka akan diberi upah Rp30 Juta. Tapi sebelum sampai ke tangan pemesan, kami gagalkan," terang Wisnu pada wartawan ketika dikonfirmasi.

Berdasarkan pengakuannya, sambung Wisnu, tersangka baru sekali mengantarkan sabu jaringan Kepri-Madura. Tetapi, menurut catatan BNNP Jatim sudah terendus beberapa kali ada transaksi.

(Baca Juga: Simpan Sabu di Septic Tank, Bandar Narkoba Ditangkap)

"Sang bandar masih diburu saat ini. Kami berupaya mengungkap semua jaringan bandar Kepri-Madura. Bandar selalu mencari orang baru untuk mengirim sabu ke pemesan, dengan iming-iming upah yang besar," paparnya.

Wisnu menambahkan, sabu yang dibawa tersangka dikemas dengan bungkus cokelat. Kemudian sabu tersebut dipress untuk mengelabuhi petugas karena seperti bungkus cokelat yang asli. Modus packing ini seperti model Malaysia.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini