"Jadi saya sudah koordinasi dengan pak Wakasek (Wakil Kepala Sekolah), dan ditugasi untuk mendampingi dia (MS) di sini. Kalau soal ujian itu sudah pasti kita siapkan susulan, yang penting sehat dulu saja," ucap Bahrun (40), seorang guru di sekolah korban.
MS menjadi korban perundungan oleh 3 siswa pada Senin 5 Maret 2018. Dia diseret keluar kelas lalu dikeroyok, karena menolak mengikuti pertandingan futsal yang akan digelar di sekolah. Salah satu pelaku, memukul dan melempar dengan batu bata ke bagian wajahnya hingga mengalami luka serius.
"Waktu diajakin untuk daftar futsal, saya menolak. Saya bilang nggak bisa ikut kali ini, karena sedang fokus buat UTS. Tapi mereka malah marah terus nyeret saya keluar kelas," ujar MS.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.