nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PPP Tak Heran Kabar Mensesneg Pratikno Bantu Pilih Cawapres untuk Jokowi

Bayu Septianto, Jurnalis · Selasa 13 Maret 2018 22:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 13 337 1872309 ppp-tak-heran-kabar-mensesneg-pratikno-bantu-pilih-cawapres-untuk-jokowi-31sftytYwA.jpg Mensesneg Pratikno (Foto: Antara)

JAKARTA – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuzy alias Romi menilai wajar bila benar Presiden Joko Widodo menunjuk Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno sebagai Ketua Tim Internal Penjaringan Calon Wakil Presiden untuk Jokowi di Pilpres 2019.

"Setahu saya bukan tim, tapi hanya informal saja dan kalaupun kemudian betul-betul ada tim yang dipimpin oleh Pak Pratikno hal yang tidak mengherankan," ujar Romi di Ruang Fraksi PPP, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (13/3/2018).

Menurut Romi, Pratikno yang merupakan mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) itu merupakan orang yang dekat dengan Jokowi. Posisinya sebagai Mensesneg dinilai sebagai teman berdiskusi Jokowi membicarakan berbagai macam masalah.

"Posisi Mensesneg dan memungkinkan ketemu banyak kalangan dan beliau adalah seorang yang sehari-hari ada di sekitar Presiden dan kemudian jadi teman diskusi untuk mencari siapa-siapa ya itu hal yang wajar," ungkapnya.

Diketahui, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno disebut sebagai ketua dalam tim penjaringan cawapres untuk Jokowi itu. Namun, mantan Rektor UGM tersebut tak membantahnya.

"Enggak ada, enggak ada tim internal sampai formal. Bahwa sudah ada diskusi-diskusi mengenai itu ya. Tapi sampai dibentuk tim formal enggak ada," kata Pratikno di Istana Bogor, Senin 12 Maret 2018.

Ia membantah, bila setiap komunikasi politik Presiden Jokowi harus terlebih dahulu lewat dirinya. Sebab, fungsi dan peran Kemensetneg untuk mengurusi hubungan antarkelembagaan pemerintah bersama DPR dan partai politik.

(Baca Juga: Pratikno Tak Menampik Ikut Telaah Cawapres untuk Jokowi)

"Fungsi saya di Kemensetneg kan mengurus hubungan kelembagaan dengan DPR, dengan lembaga negara, parpol. Itu kan tugas dan fungsi saya," ujarnya.

Meski demikian, mantan Rektor UGM itu memastikan akan terbuka apabila Kepala Negara meminta masukan-masukan terkait persoalan politik di Indonesia, termaksud menelaah Cawapres yang akan mendampingi Jokowi.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini