"Kredit murah itu bagus, ternyata bank makin berkembang dan rakyat makin sejahtera. Banyak terobosan untuk bangsa ini. Sila kelima sudah selayaknya dilakukan," ujar pendiri Maarif Institute itu.
Selain itu Buya juga berpesan agar Pilgub Jateng berjalan damai dan tidak memecah belah rakyat seperti Pilgub Jakarta.
"Bertanding yang bagus dan fair, dan tidak ada black campaign dan juga jangan pakai model Jakarta. DKI itu polarisasi tajam sampai pelosok, itu merusak demokrasi, merusak martabat bangsa ini," tukasnya.
Sementara itu, Ganjar menyatakan mendapat banyak petuah agar pelaksanaan Pilgub berjalan adem dan menjauhi fitnah.
"Saya meminta masukan dan petunjuk agar pilkada kita adem, bermutu, dan menyenangkan. Pilkada tidak perlu yang serem-serem dan fitnah, persatuan harus dijaga, jangan sampai masyarakat terbelah," katanya.
(Awaludin)