nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Filipina Akan Keluar dari Keanggotaan Mahkamah Kriminal Internasional

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 18:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 14 18 1872705 filipina-akan-keluar-dari-keanggotaan-mahkamah-kriminal-internasional-j6oJzW32Sx.JPG Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte (Foto: Reuters)

MANILA – Presiden Rodrigo Roa Duterte akan menarik mundur Filipina dari Statuta Roma mengenai Mahkamah Kriminal Internasional (ICC). Mantan Wali Kota Davao City itu beralasan tidak mau terus diserang oleh pejabat-pejabat PBB serta adanya pelanggaran dalam proses hukum di ICC.

Mahkamah yang berbasis di Den Haag, Belanda, itu pada 8 Februari mulai melakukan pemeriksaan awal atas gugatan yang diajukan seorang pengacara dari Filipina terkait kejahanan kemanusiaan dalam perang narkoba ala Duterte yang telah menewaskan sekira 4.000 orang.

Melansir dari Reuters, Rabu (14/3/2018), juru bicara Kepresidenan Filipina, Harry Roque, mengonfirmasi bahwa Manila akan keluar dari ICC sesuai dalam dokumen pernyataan setebal 15 halaman. Dokumen itu pertama kali menyebar pada Selasa 13 Maret di Filipina.

Dokumen itu belum ditandatangani oleh Presiden Rodrigo Duterte. Namun, Penasihat Hukum Kepresidenan, Salvador Panelo, sudah mengonfirmasi bahwa dokumen itu asli.

Dalam dokumen itu, Duterte mengungkapkan bahwa keluarnya Filipina dari Statuta Roma karena serangan tidak berdasar dan kejam yang belum pernah terjadi sebelumnya kepada dirinya serta pemerintahannya oleh pejabat PBB. Ia juga mengatakan bahwa upaya ICC adalah pelanggaran terhadap asas praduga tak bersalah.

Pria berusia 72 tahun itu sebelumnya pernah menantang ICC untuk menyelidiki perang narkoba di Filipina. Duterte juga menyatakan siap untuk mati di penjara dan ditembak mati jika terbukti bersalah oleh ICC demi menyelamatkan warganya dari bahaya narkoba yang sudah menghancurkan Filipina.

Pemerintah Filipina bersikeras bahwa ICC tidak berhak menyelidiki perang narkoba karena sistem peradilan dan pengadilan di negara tersebut bekerja dengan baik serta independen. ICC juga hanya dapat mengintervensi negara anggota jika mereka tidak dapat atau tidak mau melakukan investigasi serta menghukum para pelaku kejahatan.

Menurut hukum internasional, Duterte dan Filipina berada di bawah yurisdiksi ICC karena menyatakan diri sebagai anggota lewat ratifikasi Statuta Roma. Keluar dari ICC juga tidak akan mengubah yurisdiksi tersebut dalam waktu dekat.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini