nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Serangan Gas Sarin di Kereta Bawah Tanah Tokyo, 12 Orang Tewas

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 20 Maret 2018 06:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 19 18 1874782 serangan-gas-sarin-di-kereta-bawah-tanah-tokyo-12-orang-tewas-VDRn0umkNl.jpg Pasukan Bela Diri Jepang memeriksa gerbong kereta tempat terjadinya serangan gas sarin (Foto: AFP)

SEJUMLAH paket berisi gas sarin, racun syaraf yang cukup mematikan, menyebar di sistem kereta api bawah tanah (subway) di Ibu Kota Tokyo, Jepang, pada 20 Maret 1995 pagi waktu setempat. Sedikitnya 12 orang tewas dan 5.000 lainnya luka-luka akibat serangan gas yang dikembangkan Nazi Jerman itu.

Kepolisian Tokyo bergerak cepat dan mampu mengidentifikasi terduga pelaku penyebaran gas sarin dalam waktu singkat. Demi melacak para teroris, Kepolisian Tokyo mendirikan sejumlah pos pemeriksaan di seantero Negeri Sakura.

Dinukil dari History, Selasa (20/3/2018), serangan gas sarin itu dilakukan oleh sekte Aum Shinrikyo. Pengikut aliran tersebut sangat mempercayai ramalan kiamat mereka. Para anggota baru diwajibkan untuk menyerahkan aset mereka kepada sekte hingga Aum Shinrikyo bisa memiliki harta miliaran yen.

Sekte Aum Shinrikyo diketuai oleh seorang bernama Shoko Asahara, seorang penyandang buta berusia 40-an tahun. Ia memiliki ciri berambut gondrong dan memiliki jenggot panjang. Asahara biasa mengenakan jubah berwarna terang dan bermeditasi di atas bantal satin.

Layaknya pimpinan sekte keagamaan, Shoko Asahara juga menerbitkan sejumlah buku. Dalam karya tulis tersebut, ia mengaku sebagai Yesus Kristus yang datang untuk kedua kalinya ke dunia serta mengklaim sudah pernah melakukan perjalanan melintasi waktu.

Otoritas terkait di Jepang sudah menggeledah sejumlah tempat persekutuan sekte Aum Shinrikyo di seluruh Negeri Matahari Terbit tetapi belum bisa menemukan Asahara. Pada salah satu markas di kaki Gunung Fuji, polisi menemukan barang bukti berupa bahan baku kimia untuk memproduksi gas sarin. Sekte tersebut juga diketahui berencana membeli senjata nuklir dari Rusia.

Polisi berhasil melacak Hideo Murai, salah satu petinggi sekte Aum Shinrikyo. Akan tetapi, ia ditusuk hingga mati oleh seorang pembunuh yang menuduh Murai berada di belakang serangan gas beracun di Tokyo tersebut.

Tak berapa lama, polisi menemukan basement tersembunyi di markas Aum Shinrikyo di kaki Gunung Fuji. Para petinggi, seperti Masami Tsuchiya, diketahui bersembunyi di tempat tersebut. Ia kemudian mengaku sudah memproduksi gas sarin yang dipakai untuk menyerang penduduk di Tokyo.

Asahara masih belum dapat diamankan dan anggota sekte terus melakukan sedikitnya empat serangan gas sarin di jaringan kereta bawah tanah hingga melukai ratusan warga Jepang lainnya. Otoritas terkait berhasil menggagalkan serangan bom kimia lainnya yang ada di toilet.

Shoko Asahara akhirnya berhasil diciduk aparat pada 16 Mei 1995 di tempat persembunyian Aum Shinrikyo di kaki Gunung Fuji. Ia ditangkap bersama dengan sejumlah pemimpin sekte sesat tersebut dan dijatuhi dakwaan pembunuhan.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini