Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Siapa dari 5 Ketum Parpol Ini Paling Berpeluang Jadi Cawapres Jokowi?

Salman Mardira , Jurnalis-Sabtu, 24 Maret 2018 |19:40 WIB
Siapa dari 5 Ketum Parpol Ini Paling Berpeluang Jadi Cawapres Jokowi?
Presiden Joko Widodo (kanan) berjalan bersama Ketum Golkar Airlangga Hartarto di Kebun Raya Bogor (Biro Pers Setpres/Antara)
A
A
A

TEKA-teki siapa yang akan jadi calon wakil presiden (cawapres) pendamping Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 hingga kini belum terjawab. Jokowi masih merahasiakan pilihannya. Tapi, ia sudah mendekati lima pemimpin partai politik yang mendukung pemerintahannya saat ini.

Pagi tadi, Jokowi melakukan pertemuan nonformal dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Keduanya berolahraga bareng di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat.

Airlangga tiba lebih dulu dan menunggu Jokowi. Sesaat kemudian, Jokowi tiba dengan sepeda motor modifikasi Royal Enfield Bullet 350 cc bergaya chopper. Keduanya yang sama-sama mengenakan kaus lalu berolahraga.

Berbeda dengan Airlangga yang memakai kaus putih, Jokowi malah mengenakan kaus kuning, warna kebesaran Golkar. Apa alasannya?

"Ya Pak Airlangga kan Ketua Umum Partai Golkar," kata Jokowi saat ditanya wartawan seperti dikutip dari Antara, Sabtu (24/3/2018).

Sebelum dengan Airlangga, Jokowi sudah pernah melakukan pertemuan khusus dengan ketua umum parpol lainnya yang tergabung dalam koalisi pendukung pemerintah.

Presiden Jokowi bersama Muhaimin Iskandar (Fakhrizal/Okezone)

Pada 2 Februari 2018, saat meresmikan kereta Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Jokowi mengundang langsung Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhamin Iskandar alias Cak Imin untuk hadir.

Jokowi yang mengenakan kaus saat itu bahkan menjajal kereta bandara dengan duduk berdampingan bersama Cak Imin. Jokowi mengaku lama tak bertemu Cak Imin sehingga kangen dan mengundangnya ke acara itu. Tapi, keduanya mengaku tak membahas cawapres.

(Baca juga: Ditanya soal Cawapres, Jokowi Mendekat ke Airlangga: Coba Lihat, Cocok Enggak?)

Dua pekan berselang, Jokowi mengadakan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan. Keduanya mengklaim bahwa pertemuan itu hanya membahas permasalahan bangsa, tak menyinggung cawapres.

Presiden Jokowi saat meninjau MRT bersama Surya Paloh (Antara)

Jokowi juga pernah mengundang khusus Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh saat meninjau proyek MRT di Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu, 7 Maret 2018.

Jokowi mengaku mengajak Surya Paloh meninjau proyek MRT karena “sudah lama tak bertemu.”

Surya Paloh pun meresponnya. “Ini suatu kehormatan bagi saya, sebagai warga negara Indonesia kebetulan ketua umum partai politik, diajak Pak Presiden.”

Empat hari kemudian, giliran Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romi diajak Jokowi naik pesawat. Keduanya duduk berdampingan dalam pesawat TNI AU dari Cirebon usai menghadiri pernikahan cucu sesepuh PPP, KH Maimoen Zubair alias Mbah Moen.

PPP, Nasdem, PKB, PAN, dan Golkar merupakan parpol-parpol pendukung pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Bahkan, tiga di antaranya; PPP, Nasdem, dan Golkar sudah mendeklarasikan mencalonkan kembali Jokowi sebagai capres di Pemilu 2019.

(Baca juga: Setelah Cak Imin, Giliran Ketum PAN dan PPP Dampingi Jokowi Hadiri Acara Peresmian)

Tapi, berbeda dengan saat bertemu empat ketum parpol sebelumnya, dalam pertemuan nonformal dengan Airlangga Hartarto di Kebun Raya Bogor, Presiden Jokowi terang-terangan mengaku ikut membahas soal kriteria cawapres.

"Ya ngobrol yang ringan-ringan, ngobrol mengenai Golkar, mengenai cawapres, bicara masalah negara, ya macam macam wong namanya sambil jogging kan enggak apa apa. Yang ringan ringan saja," kata Jokowi.

Presiden Jokowi dan Romahurmuziy (Istimewa)

Menurut dia, obrolannya hanya mengenai kriteria cawapres diinginkan Golkar, belum ke orangnya karena di internalnya saja belum selesai dibahas. "Ya tetap saya sampaikan mengenai kriteria-kriteria yang mungkin di Golkar, kriteria apa sih yang diinginkan di Golkar," katanya.

Ketika ditanya apakah Airlangga memenuhi kriteria sebagai cawapresnya, Jokowi tidak menjawab tegas. Ia mempersilakan wartawan melihat apakah pasangan itu cocok atau tidak.

"Ya coba dilihat sendiri ini, cocok enggak," katanya sambil mendekat ke Airlangga dan tertawa.

Jokowi mengatakan pengumuman cawapres masih panjang dan saat ini pembahasan masih terus dilakukan. "Kita masih bicara dengan ketua-ketua partai dan di internal sendiri kita juga masih bahas," katanya.

Sedangkan Airlangga mengatakan, soal cawapres, Golkar menyerahkan sepenuhnya ke Jokowi. “Itu tergantung Bapak Presiden,” ujarnya saat ditanya wartawan.

Baca juga: PKB: Kita Calonkan Cak Imin ke Jokowi, jika Cocok Alhamdulillah, Namanya Juga Usaha)

Airlangga kini digadang-gadang bakal jadi cawapres Jokowi. Bahkan, Wakil Presiden yang juga senior Golkar, Jusuf Kalla saat membuka Rakernas Golkar di Jakarta, Kamis, 22 Maret lalu mengatakan, Airlangga cocok berpasangan dengan Jokowi.

“Tentu banyak hal yang cocok, nanti tinggal usaha saja," ujar JK.

Sementara Airlangga menyebutkan, Jokowi nyaman berpasangan dengan kader Golkar.

“Hari ini Pak Presiden berpasangan dengan kader dari Partai Golkar dan tentunya Bapak Presiden cukup nyaman berpasangan dengan kader Partai Golkar," kata Airlangga.

Lalu, di antara lima ketum parpol; Airlangga, Cak Imin, Romi, Surya Paloh, dan Zulkifli, siapa paling berpeluang jadi pendamping Jokowi di 2019?

“Semuanya kansnya sama,” kata Direktur Indonesia Political Review, Ujang Komarudin.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement