SURABAYA - Setelah blusukan ke pasar Sukodono dan mengunjungi sentra batik Ngares, serta hadir ke posko KAMIL dan Kubro Muslimat di Candi, calon Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berkunjung ke pabrik bumbu Mahmudah dan sentra mujair panggang di Penatarsewu, Kecamatan Tanggulangin.
Mantan Menteri Sosial ini langsung disambut oleh pemilik pabrik bumbu Mahmudah dan ratusan karyawan. Khofifah masuk ke ruang produksi untuk melihat dari dekat proses pembuatan bumbu. Bumbu Mahmudah sendiri sangat terkenal di kalangan ibu-ibu.
Tidak hanya bagi warga Sidoarjo, tetapi bumbu Mahmudah juga dipasarkan ke luar Jawa. Pasalnya banyak masyarakat yang berminat terhadap bumbu Mahmudah. Bumbu Mahmudah sendiri jenisnya bermacam-macam meliputi rawon, bali, nasi goreng dan soto.
Selanjutnya pasangan Emil Elestianto ini bergerak ke sentra ikan mujair panggang di desa setempat. Disana Khofifah melihat dari dekat proses pemanggangan ikan mujair. Bahkan Khofifah juga sempat memanggang ikan mujair. Kemudian membeli ikan mujair panggangg untuk dibawa pulang.
"Ini saya selalu tertarik untuk memberikan apresiasi padat karya. Setiap yang padat karya artinya memberikan kehidupan pada masyarakat luas," terang Khofifah pada wartawan saat dikonfirmasi Jumat (23/3/2018) sore.
Apalagi, sambung Khofifah, Mahmudah yang merupakan owner bumbu Mahmudah sekaligus inisiator dari macam-macam bumbu yang diproduksi disini. Tidak terlalu butuh skill yang khusus untuk mampu meracik bumbu, bahkan tidak sekolah juga bisa.
Kondisi tersebut memberikan lapangan kerja bagi para masyarakat sekitar. Ini PR bahwa kepala keluarga 60 persen dalam keadaan kurang mampu. Kemudian kalangan perempuan yang juga mendapat lapangan pekerjaan di bumbu Mahmudah ini.
"Jadi saya mmemberikan apresiasi dan terima kasih bu mahmudah merekrut sangat banyak karyawan (150 orang) produksi di sini padat karya, dan ini akan jadi inisiator dari ruang-ruang kreatifitas pemberdayaan dan keunggulan masyarakat sekitar," ungkapnya.
Sebab jika terberdayakan akan bisa menjadi lebih sejahtera. Walaupun mereka yang bekerja disini, ada yang tidak mengenyam pendidikan yang cukup, maka ketika bekerja diharapkan anak-anaknya yang akan bisa mendapatkan pendidikan lebih layak, lebih tinggi dan seterusnya.
"Kalau ini (membuat bumbu) sama sekali tidak berat mengaduk, kecuali kalau jenang tambah lama tambah berat. Ini kan ada beberapa adukan, kalau saya malah suka aroma rempah-rempah," tandas mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan di era presiden Gus Dur.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.