Satgas Pangan Temukan Sarden Bercacing di Jambi

Azhari Sultan, Okezone · Selasa 27 Maret 2018 16:50 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 27 340 1878625 satgas-pangan-temukan-sarden-bercacing-di-jambi-JE19QodRp2.jpg Sarden Bercacing di Jambi (foto: Azhari/Okezone)

JAMBI - Tim Satgas Provinsi Jambi, terdiri dari kepolisian, Dinas Perindustrian Provinsi dan Kota Jambi serta BPOM menggelar inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah mini market dan swalayan di kawasan Selincah, Kota Jambi.

Saat melakukan uji sampel merek sarden LSC di Kantor Disperindag Kota Jambi, petugas gabungan tidak melihat cacing Anisabis SP. Namun, saat media dan petugas mengotak-ngatik sampel sarden di sebuah piring barulah terlihat cacing yang bergerak-gerak dengan perlahan.

(Baca Juga: BPOM Jambi Temukan Ribuan Kaleng Sarden Diduga Berisi Cacing)

Dengan ditemukannya sarden yang didalamnya terdapat cacing, Dinas Perindag Kota Jambi mengimbau agar masyarakat berhati-hati dalam mengkonsumsi sarden.

"Yang berhak menarik makanan berbahaya adalah pihak BPOM. Saat ini petugas lagi meneliti penyebab adanya cacing hingga bisa masuk di dalam kaleng sarden," ujarnya, Selasa (27/3/2018).

Sementara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tanjungjabung Timur bersama pihak Badan Pengawas obat dan Makanan Provinsi Jambi, dalam sidaknya di sejumlah swalayan tidak menemukan sarden dengan merk produk ikan makarel yang mengandung cacing.

Menurut Kepala BPOM Jambi, Ujang Supriatna, pihaknya belum menemukan merek produk ikan makarel yang diduga mengandung cacing pita saat sidak di Kabupaten Tanjungjabung Timur.

"Kita sudah menelusuri tujuh toko di Tanjungjabung Timur ini, dan hasilnya tidak menemukan tiga merek produk ikan makarel yang berdasarkan Surat edaran BPOM untuk ditarik edarnya," ungkapnya kepada sejumlah media.

(Baca Juga: Petugas Gabungan Dapati Ratusan Ribu Kaleng Sarden Mengandung Cacing di Batam)

Adapun tiga merek produk yang dimaksud adalah, merek IO, Hoki, Farmer Jack. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk ikut memantau peredaran tiga merek produk tersebut.

"Kami juga meminta kepada masyarakat untuk melaporakan kepada kami, atau kepada pihak Disperindag, jika menemukan tiga merek ikan sarden ini beredar di pasaran. Bila membeli sebuah produk tetap dicek label produknya yang akan dibeli. Kalau kemasannya kotor atau rusak jangan dibeli," imbau Ujang.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini