Asap Sampah Plastik di Pabrik Tahu Sidoarjo Diduga Bikin Warga Sakit ISPA

Syaiful Islam, Okezone · Senin 25 November 2019 16:11 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 25 519 2134197 asap-sampah-plastik-di-pabrik-tahu-sidoarjo-diduga-bikin-warga-sakit-ispa-cp2UlfKo0O.jpg Aktivitas Pabrik Tahu di Desa Tropodo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (foto: Okezone/Syaiful Islam)

SURABAYA - Warga di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur mulai mengeluhkan penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Mereka terkena penyakit ISPA diduga kuat lantaran pengaruh dari asap pabrik tahu yang menggunakan sampah plastik impor sebagai bahan utama pembakarannya.

Ini diketahui dari data di puskesmas Krian. Sesuai catatan dari puskesmas Krian ada 4 sampai 5 pasien yang mengeluhkan penyakit ISPA setiap harinya. Mereka berasal dari 4 dusun di Desa Tropodo.

Baca Juga: Gunakan Sampah Plastik untuk Bahan Bakar, Ini Alasan Pemilik Pabrik Tahu 

Dari hasil pemeriksaan medis, para pasien disinyalir karena menghirup asap dari pembakaran limbah sampah plastik yang dipakai untuk memasak kedelai dari sejumlah pabrik tahu. Sebab asap yang dikeluarkan dari pabrik tahu warnanya cukup pekat.

Pabrik Tahu di Desa Tropodo, Kabupaten Sidoarjo, Jatim (foto: Okezone/Syaiful Islam)	 

Para pengusaha tahu memilih limbah sampah plastik sebagai bahan bakar dibandingkan kayu untuk menekan biaya produksi. Di samping itu, limbah sampah plastik impor lebih mudah didapat daripada kayu.

"Asap termasuk polusi udara yang banyak mengandung zat kimia. Hal ini akan berdampak pada kesehatan orang dewasa dan anak-anak," terang Kepala Puskesmas Krian, dr Titik Sri Harsasih, Senin (25/11/2019).

Menurutnya, Desa Tropodo sudah lama terpapar asap dari bahan bakar pembuat tahu. Karena bahan bakarnya berasal dari sampah plastik. Berdasarkan laporan dari bidan desa yang bertugas di Tropodo warga yang mengeluh sakit ISPA ada setiap hari.

"Begitu juga akseptor KB yang mengeluh tensinya tinggi. Keluhan ini sudah lama dan sampai sekarang belum teratasi secara maksimal," paparnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menawarkan 4 opsi terhadap para pemilik pabrik tahu rumahan yang ada di Desa Tropodo, karena selama ini mereka memakai bahan bakar dari sampah plastik impor untuk memasak kedelai yang nantinya dijadikan tahu.

Baca Juga: Pembakaran Sampah Plastik Impor untuk Industri Pabrik Tahu Langgar UU 

Padahal memakai bahan bakar limbah plastik untuk proses pembuatan tahu tidak diperbolehkan. Di samping akan berpengaruh pada kesehatan udara di sekitar, juga dikhawatirkan berpengaruh pada tahu itu sendiri.

Opsi pertama adalah memakai wood pellet. Kemudian opsi yang kedua memakai gas PGN. Lalu opsi ketiga yakni Compressed Natural Gas (CNG). Untuk opsi yang keempat adalah memakai LPG.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini