Bikin Kue Pakai Telur Busuk, Pengusaha Makanan Ditangkap

Syaiful Islam, Okezone · Selasa 07 Januari 2020 23:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 07 519 2150399 bikin-kue-pakai-telur-busuk-pengusaha-makanan-ditangkap-7wUOyLFrXK.jpg Polda Jatim Gerebek Tempat Usaha Makanan yang Menggunakan Telur Busuk di Wilayah Lumajang (foto: Ist)

SURABAYA - Tim Resmob Jogoboyo Ditreskrimum Polda Jatim meringkus seorang pengusaha makanan ringan asal Lumajang. Pasalnya, sang pengusaha mencampur telur busuk dalam bahan makanan ringan berupa kue bidaran merek Garuda.

Identitas tersangka diketahui bernama Imam Syafii (43) warga Dusun Munder, Kelurahan Tukum, Kecamatan Tekung, Lumajang. Adapun bahan dasar untuk membuat kue, berupa tepung tapioka, minyak goreng curah, garam, bumbu balado, bumbu penyedap dan telur busuk.

Baca Juga: Gunakan Sampah Plastik untuk Bahan Bakar, Ini Alasan Pemilik Pabrik Tahu 

Dalam kasus ini, polisi menyita 1 mobil box L300 nopol N 8971 YE berisikan telur gagal tetas alias busuk sebanyak 5.000 butir sebagai barang bukti. Kemudian, 1.000 butir telur busuk berada di lantai yang siap untuk diolah.

Bikin Kue Pakai Telur Busuk, Pengusaha Makanan Ditangkap (Ist) 

Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pitra Ratulangi, menyatakan Tim Resmob Jogoboyo dapat informasi bahwa di Kelurahan Tukum diduga ada kegiatan memproduksi makanan tidak layak. Setelah dicek ke lokasi, ternyata kabar tersebut benar.

"Ditemukan campuran bahan makanan tidak layak seperti telur yang gagal menetas. Tersangka memproduksi makanan ringan ini sejak 2015. Telur-telur busuk ini dibeli ke S dari Probolinggo," terang Pitra pada wartawan, Selasa (7/1/2020).

Menurut Pitra, tersangka membeli telur busuk dengan harga Rp300 perbutir. Padahal jika telur dalam kondisi baik harganya Rp1.000 perbutir. Motif di balik perbuatan tersangka, yakni untuk mendapatkan untung besar dalam usahanya.

"Mencampur telur busuk ini tidak boleh karena masyarakat yang dirugikan. Memang sekarang kalau dikonsumsi tidak langsung sakit, tapi dalam waktu panjang akan ada dampaknya. Mengingat telur busuk isinya bakteri semua. Oleh karena itu, kami menindak praktek-praktek seperti ini," papar Pitra.

Baca Juga: Makanan dan Minuman Kedaluwarsa Ditemukan di Pasar Tradisional Kulonprogo 

Pitra menambahkan, kue bidaran merk Garuda ini dipasarkan di Lumajang, Probolinggo dan Jember. Makanan ringan ini tidak terdaftar di BPOM dan Dinas Kesehatan setempat, tetapi punya HO.

"Tersangka akan dijerat dengan Pasal 135 UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Adapun ancaman hukumannya paling lama 15 tahun penjara," tandasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini