GARUT - Mahalnya tarif listrik jadi salah satu persoalan pelik yang dialami oleh masyarakat, terutama yang berada di kelas menengah ke bawah. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian utama Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Bupati Purwakarta dua periode itu berpendapat bahwa subsidi listrik harus disalurkan berdasarkan data spesifik atas kemiskinan yang dialami warga. Subsidi tagihan listrik untuk warga miskin, dia nilai menjadi urgensi yang harus dilaksanakan.
“Saya dapat keluhan soal tarif listrik. Jadi, saya gulirkan program subsidi listrik bagi warga jompo dan sebatangkara,” katanya.
Basis data akan menjadi pijakan pria yang lekat dengan iket Sunda tersebut dalam pelaksanaan program tersebut. Klasifikasinya menurut Dedi, penerima subsidi tersebut harus warga miskin, jompo dan hidup sebatangkara.