Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Warga Pedalaman Kalbar, Menaklukkan Jalan hingga Mendambakan Aliran Listrik

Utami Evi Riyani , Jurnalis-Senin, 02 April 2018 |17:52 WIB
Kisah Warga Pedalaman Kalbar, Menaklukkan Jalan hingga Mendambakan Aliran Listrik
Tugu Ayam Jago di Sekadau, Kalimantan Barat yang menjadi ikonik masyarakat setempat (foto: Koweil/Okezone)
A
A
A

Salah satu warga warga transmigran asal Solo, Jawa Tengah, bernama Ngatiman sudah lebih dari 10 tahun tinggal di sana. Ia mengatakan banyak suka maupun duka dijalani bersama anak dan istri di kawasan yang sulit akan transportasi serta komunikasi itu.

Mencari nafkah dengan membuka warung di tanah rantau ini dilakukannya sejak tiga tahun lalu. Ia pindah ke Balai Sepuak bersama istri dan dua anaknya. Di sinilah Ngatiman mulai membuka warung untuk mencukupi kehidupan sehari-hari.

(Ngatiman, warga transmigran yang hidup rukun dipedalaman Kalbar. foto: Kowel/Okezone)

Warung tersebut berlantai dan berdinding papan kayu dengan warna biru-putih yang telah memudar. Ukurannya sekira 4x5 meter dengan enam meja berukuran berbeda yang dilapisi karpet yang tak lagi baru.

Meja-meja itu dilengkapi beberapa kursi plastik lusuh untuk menyambut para pelanggan. Beragam jenis makanan ringan tergantung di tali yang dikaitkan ke dua paku di dinding.

Sulitnya Akses Jalan dan Listrik

Guna berbelanja kebutuhan warung, Ngatiman harus pergi melewati jalanan tanah yang tidak mulus. “Sulit sekali (menembus ke perkotaan), jalan rusak dan licin,” tuturnya.

Apalagi jika hujan turun terus-menerus. “Kalau satu bulan yang lalu susah bener lewat, kalau sekarang sudah mendingan lah,” lanjut Ngatimin.

(Warung kecil, tempat Ngatiman bersama istri menghidupi keluarga. foto: Kowel/Okezone)

Ia berharap suatu hari pemerintah dapat memberi bantuan dengan menambah sarana-sarana yang memudahkan warga menjalani kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya akses jalan serta kebutuhan sarana umum seperti pasar yang sulit ditemukan, ternyata listrik juga belum terpenuhi secara maksimal di Desa Balai Sepuak.

Desa ini hanya mendapat aliran listrik mulai pukul 16.00 hingga 06.00 setiap harinya. Tidak ada ceritanya duduk santai sambil menonton program hiburan televisi di pagi atau siang hari, karena aliran listrik yang didapat hanya ada pada malam.

(amr)

(Fiddy Anggriawan )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement