nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelaku Persekusi Sejoli di Cikupa Menangis saat Bacakan Pledoi

Anggy Muda, Jurnalis · Selasa 03 April 2018 19:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 03 338 1881674 pelaku-persekusi-sejoli-di-cikupa-menangis-saat-bacakan-pledoi-SmMmasC4Sj.jpg Terdakwa Kasus Persekusi Sejoli di Cikupa, Tangerang Bacakan Pledoi di PN Tangerang (foto: Anggy Muda/Okezone)

TANGERANG - Keenam pelaku persekusi terhadap dua sejoli di Cikupa Kabupaten Tangerang, menangis saat membacakan nota pembelaan atau pledoi yang berlangsung di Pengadilan Negeri Tangerang, Selasa (3/4/2018).

Sidang yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB hingga 18.00 WIB tersebut dipimpin oleh Majelis Hakim, Muhammad Irpan. Sidang tersebut, berlangsung penuh haru lantaran para terdakwa memohon agar tuntutan yang jatuh pada mereka dapat diringankan dengan alasan keluarga.

(Baca Juga: Dituntut 2 Sampai 4 Tahun Penjara, Pelaku Persekusi di Tangerang Ajukan Pledoi)

Tangis mulai pecah saat salah satu pelaku, Ketua RT, Komarudin membacakan pledoi dengan tangan gemetar dan tangisnya, Komarudin memohon keringanan atas kesalahan yang telah ia perbuat. Dia juga bercerita tentang amanah sebagai RT yang ia emban, yang dianggapnya sebagai tugas yang mulia.

"Saya meminta maaf kepada korban, saya memohon keringanan hukuman kepada yang mulia. Saya meminta pertimbangan, apalah jadinya keluarga dan keberlangsungan sekolah anak-anak saya yang jelas penghasilan saya amat mereka nantikan," kata Komarudin.

Terdakwa Kasus Persekusi Sejoli di Cikupa, Tangerang Bacakan Pledoi di PN Tangerang (foto: Anggy Muda/Okezone)

Senada dengan ketua RT, Ketua RW yakni, Gunawan Saputra juga menangis yang turut menginginkan keringanan hukuman, demi pertimbangan nafkah yang harus ia cukupi untuk keluarga.

Pledoi dibaca secara berurutan oleh tiap terdakwa yakni diawali oleh Ketua RT Komarudin, Ketua RW Gunawan Saputra, warga bernama Iis Suparlan, Anwar Cahyadi, Suhendang dan Nuryadi.

Sementara tim pengacara terdakwa, Mas'ud mengatakan, kliennya harus mendapatkan pasal yang sesuai dengan perbuatan mereka. "Kalau memang istilahnya menghukum seseorang yang harus dipertanggung jawabkan ialah bukan pada terdakwanya saja, tapi ada pertimbangan nurani seperti bagaimana keluarga yaitu anak istri mereka setelah adanya putusan," ungkapnya.

Diketahui, persekusi terjadi saat Ryan datang untuk memberikan nasi bungkus yang dipesan kekasihnya, Mia. Namun, tak berselang berapa lama, datang sekelompok masyarakat yang didampingi pihak RT dan RW setempat melakukan penggerebekan pada kontrakan Mia.

Pada video berdurasi 04.36 menit tersebut, nampak seorang wanita tanpa mengenakan celana serta seorang lelaki yang terlihat bertelanjang dada dan tanpa mengenakan celana dikepung sejumlah warga. Bahkan, nampak seorang warga menyiramkan air pada pasangan tersebut.

(Baca Juga: Terdakwa Sempat Tawarkan Pengobatan ke Sejoli Korban Persekusi di Tangerang)

Hingga, wanita dalam video tersebut berteriak meminta maaf dan meminta warga berhenti melakukan hal tersebut pada mereka. Saat ini terdapat tujuh tersangka yang telah diamankan aparat kepolisian yakni, Komarudin alias Toto (ketua RT), Iis Suparlan, Anwar Cahyadi, Suhendang, Gunawan Saputra (Ketua RW), Nuryadi dan satu pelaku penyebar video dengan inisial GS.

Pada penangkapan tersebut, pihak kepolisian menerapkan pasal 368, penganiayaan 351 ataupun pengeroyokan 170 dengan ancaman di atas 5 tahun penjara.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini