Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ketika Masyarakat Malaysia Kepincut Parang Buatan Warga Perbatasan

Ade Putra , Jurnalis-Selasa, 03 April 2018 |19:09 WIB
Ketika Masyarakat Malaysia Kepincut Parang Buatan Warga Perbatasan
Pembuatan Parang warga Sondas Kalimantan Barat (Foto: Ade Putra/Okezone)
A
A
A

ENTIKONG - Dusun Sontas yang terletak di sebelah utara Kabupaten Sanggau, tepatnya di Kecamatan Entikong menyimpan cerita kerajinan pembuatan parang atau golok yang jarang diketahui masyarakat di luar kawasan perbatasan Kalimantan Barat dengan Malaysia.

Meski sebagian besar warganya bekerja sebagai petani, namun tidak sedikit warga di sini yang memiliki keahlian lain sebagai pandai besi untuk menunjang kehidupan ekonominya.

Sedikitnya 50 parang dihasilkan dari sebuah gubuk sederhana yang menjadi rumah pembuatan parang di Dusun Sontas yang lokasinya berada tepat di bibir Sungai Sekayam, setiap bulannya. Tidak ada mesin gerinda ataupun peralatan modern lainnya untuk membentuk dan menajamkan parang, semua dikerjakan manual di sini.

Salah seorang warga Dusun Sontas yang menjadi perajin parang adalah Riki Asem. Pria paruh baya ini sudah lebih dari lima tahun menjadi perajin parang. Ratusan parang sudah dibuatnya. Parang hasil tempaannya kemudian dijual kepada warga di sekitar Kecamatan Entikong. Ada juga yang dipasarkan ke negara tetangga, Malaysia.

“Harganya bervariasi. Yang kecil (ukuran 30 cm) itu Rp50 ribu, kalau yang besar (ukuran 50-60 cm) Rp75 ribu, itu kalau besinya dari mereka. Kalau bahannya dari saya agak mahal, satunya Rp100 ribu saya jual,” kata Riki Asem, belum lama ini.

Dalam sehari, Riki Asem bisa membuat dua parang ukuran kecil atau satu parang ukuran besar. Semua dikerjakannya sendiri. Riki Asem lebih bersemangat menempa besi jika ada pesanan dari negara tetangga, sebab harga jualnya akan disesuaikan dengan nilai tukar Ringgit terhadap Rupiah pada saat itu.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement