DUNIA maya dihebohkan dengan penampilan putri Presiden pertama Indonesia Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri, di acara 29 tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan, pada 2 April 2018.
Dalam acara tersebut, wanita bernama lengkap Diah Mutiara Sukmawati Sukarnoputri itu membacakan sepenggal puisi berjudul "Ibu Indonesia". Puisi itu akhirnya menimbulkan kontroversi.
Berikut beberapa bait puisi Sukmawati yang dinilai mencederai umat Islam:
Ibu Indonesia
Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu
Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan azan mu
Bait-bait tersebut dinilai telah menyudutkan umat Islam. Hingga akhirnya sejumlah organisasi masyarakat (ormas) telah melaporkan Sukmawati ke Polda Metro Jaya tentang dugaan UU ITE Pasal 28 Ayat (2) terkait penyebaran ujaran kebencian.
Atas dasar itu, beberapa tokoh nasional meminta wanita kelahiran Jakarta, 26 Oktober 1951 itu meminta maaf secara langsung kepada umat Islam, karena jika tidak akan berdampak sistemik seperti kasus mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.
Penulis buku 'Creeping Coup D'Tat Mayjen Suharto' itu akhirnya menggelar konpers untuk minta maaf kepada umat Islam di kawasan Cikini, Jakarta Pusat. Sambil berderai air mata, Sukmawati mengaku tidak ada niatan sedikit pun untuk menghina umat Islam Indonesia dengan puisi tersebut.
"Karena karya sastra dari Puisi Ibu Indonesia ini telah memantik kontroversi di berbagai kalangan, baik pro dan kontra khususnya di kalangan umat Islam. Dengan ini, dari lubuk hati yang paling dalam, saya mohon maaf lahir batin kepada umat Islam Indonesia, khususnya bagi yang merasa tersinggung dan berkeberatan dengan Puisi Ibu Indonesia," ujar Sukmawati sambil sesenggukan menahan tangis.

(Sukmawati Soekarnoputri/foto: Reuters)
Didampingi putri dari mantan Wakil Presiden Pertama RI Mohammad Hatta, yakni Khalida, Sukmawati menjelaskan, puisi tersebut adalah salah satu puisi yang ia tulis sendiri dan menjadi bagian dari Buku Kumpulan Puisi Ibu Indonesia yang telah diterbitkan pada 2006. Puisi Ibu Indonesia ini ditulis sebagai refleksi dari keprihatinannya tentang rasa wawasan kebangsaan.
"Puisi yang saya bacakan semata-mata adalah pandangan saya sebagai seniman dan budayawati dan murni merupakan karya sastra Indonesia. Saya rangkum untuk menarik perhatian anak-anak bangsa untuk tidak melupakan jati diri Indonesia asli," paparnya.
Adik Megawati Soekarnoputri itu mengaku sebagai seorang muslim pun ia bersyukur, dan bangga akan ke-Islamannya. Bahkan, ia juga menjadi putri seorang Proklamator Bung Karno yang dikenal juga sebagai tokoh Muhammadiyah.
"Dalam hal ini, Islam yang bagi saya begitu Agung, mulia dan indah. Puisi itu juga merupakan bentuk penghormatan saya terhadap Ibu Pertiwi Indonesia yang begitu kaya dengan tradisi kebudayaan dalam susunan masyarakat Indonesia yang begitu berbhinneka namun tetap tunggal ika," tandasnya.

Namun, sangat disayangkan usai konpers Sukmawati Soekarnoputri tidak menggelar tanya jawab kepada wartawan. Mantan istri Pangeran Sujiwa Kusuma itu malah membungkam mulut dan menerobos wartawan yang memberondong pertanyaan padanya, dan langsung masuk ke mobil berkelir hitam miliknya itu dan meninggalkan lokasi.
Konpers tersebut berjalan dengan lancar dan aman. Padahal, beberapa jam sebelum konpers, ada pesan berantai yang mengatakan bahwa ada sejumlah massa yang akan menggeruduk lokasi konpers tersebut. Mendapat laporan seperti itu, Kepolisian Resor Jakarta Pusat langsung siaga dan menerjunkan pasukan dua konpi.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami beberapa laporan terkait puisi "Ibu Indonesia". Laporan tersebut tertuang di LP/1782/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimum atas dugaan penodaan Agama Islam sebagaimana diatur dalam Pasal 156 A KUHP dan atau Pasal 16 UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis.