Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Duterte: Kalau Saya Terbunuh, Tanya ke CIA

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Jum'at, 06 April 2018 |10:01 WIB
Duterte: Kalau Saya Terbunuh, Tanya ke CIA
Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte (Foto: Ezra Acayan/Reuters)
A
A
A

Pernyataan tersebut bukan tuduhan pertama Duterte terhadap CIA. Pada 2016, mantan pengacara itu pernah mengaku menerima laporan adanya dugaan rencana CIA untuk membunuhnya. Pria berusia 72 tahun itu juga pernah mengatakan pada 2017 bahwa jika dirinya terbunuh, maka Amerika ada di belakang rencana tersebut.

Tuduhan Duterte kepada CIA pun cukup beragam. Ia menuduh badan intelijen itu berada di balik kegagalan serbuan ke pemberontak pada 2015 yang menewaskan 44 orang anggota satuan khusus Kepolisian Filipina. Pria berjuluk Digong itu juga menuduh CIA mendanai media Rappler yang kerap mengkritik dirinya.

Duta Besar AS untuk Filipina, Sung Kim, membantah pemerintah negaranya tengah mencoba mengganggu pemerintahan yang sah di Filipina. Namun, CIA pernah menerbitkan laporan pada awal tahun yang memasukkan Presiden Rodrigo Duterte sebagai salah satu ancaman bagi kawasan di Asia Tenggara.

(Wikanto Arungbudoyo)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement