Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Airlangga Isyaratkan Demokrat Akan Dukung Jokowi di Pilpres 2019

Bayu Septianto , Jurnalis-Senin, 09 April 2018 |22:22 WIB
Airlangga Isyaratkan Demokrat Akan Dukung Jokowi di Pilpres 2019
Airlangga Hartarto (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - ‎ Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengisyaratkan Partai Demokrat akan bergabung kepada partai pendukung Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019.

"Kita sudah tahu siapa yang mau bergabung," ungkap Airlangga di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (9/4/2018).

Bahkan, Menteri Perindusterian (Menperin) itu tak segan-segan menunjukkan pakaian berwarna biru saat ditanya partai mana yang mendukung Jokowi sebagai petahana di Pilpres 2019 tersebut.

"Warnanya ya, baju saya warna apa?," ucap Airlangga yang mengenakan batik berwarna biru.

 (Baca: PDIP Beri Sinyal PKB dan Demokrat Akan Merapat ke Jokowi di Pilpres 2019)

Menurut Airlangga, semakin banyak partai politik yang mendukung Jokowi, akan menambah kekuatan yang lebih besar untuk mengalahkan lawan petahana di pesta demokrasi lima tahunan itu.

"Semakin besar, semakin bagus," ujar Airlangga.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy mengungkapkan akan ada dua partai politik akan bergabung ke koalisi pendukung Jokowi pada bulan ini.

Menurutnya, dua partai politik itu telah mengadakan pembicaraan serius dengan mantan Gubernur DKI Jakarta itu belum lama ini.

Dalam Rapimnas Partai Demokrat di Sentul, Bogor beberapa waktu lalu diketahui Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga menginsyaratkan memberikan dukungan kepada Jokowi agar menjadi Presiden dua periode.

 (Baca juga: 11 April, Gerindra Akan Deklarasikan Prabowo Sebagai Capres)

Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno juga memberi sinyal akan ada dua partai politik yang akan merapat ke koalisi pendukung Joko Widodo sebagai calon presiden di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Dua partai politik yang disebut-sebut akan bergabung itu adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrat.

Meski tak menyebutkan secara gamblang, namun Hendrawan menyebut dugaan dua parpol itu akan bergabung ke koalisi pendukung Jokowi tak salah. Namun, ia menganggap politik bersifat dinamis sehingga bisa saja dua parpol tersebut berbelok arah dukungannya.

"Dugaan itu tidak terlalu salah tapi kan politik itu dinamis yah. Politik itu bisa setiap saat berubah yah, karena matematikanya politik berbeda dengan teka-teki silang di koran ya kan," ujar Hendrawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (9/4/2018).

 

(Ulung Tranggana)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement