Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ini 2 Presiden Indonesia yang Terlupakan Jasanya dan Tak Tercatat Sejarah

Amril Amarullah , Jurnalis-Selasa, 10 April 2018 |16:44 WIB
Ini 2 Presiden Indonesia yang Terlupakan Jasanya dan Tak Tercatat Sejarah
Mural sosok tujuh Presiden Indonesia (foto: Novrian Arbi/Antara)
A
A
A

Mr. Assaat

Mr. Assaat Datuk Mudo, banyak yang asing dengan nama tersebut, padahal nama itu pernah menduduki posisi penting di negeri ini, yakni menjadi presiden sementara Indonesia. Kini, sosok Mr. Assaat menjadi sosok pemimpin yang terlupakan.

(Mr. Assaat dalam sebuah pertemuan. Foto: Cas Oothuys/Fotoleren)

Bagaimana awalnya, Mr. Assaat bisa diangkat menjadi presiden sementara di republik ini? Waktu itu, setelah perang kemerdekaan, digelar sebuah perundingan yang dinamakan Konferensi Meja Bundar yang dihadiri Wakil Presiden Moh. Hatta, Moh. Roem dengan Van Maarseven di Den Haag Belanda yang ditandatangani di Belanda, 27 Desember 1949.

Dalam perjanjian tersebut, diputuskan bahwa Belanda menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat (RIS), yang terdiri atas 16 negara bagaian, dan salah satunya adalah Republik Indonesia (RI). Tujuan dibentuknya negara RIS tidak lain adalah untuk memecah belah rakyat Indonesia dan melemahkan pertahanan Indonesia.

Karena Soekarno dan Moh. Hatta telah ditetapkan menjadi Presiden dan Perdana Menteri RIS, maka berarti terjadi kekosongan pimpinan pada Republik Indonesia. Assaat adalah Pemangku Jabatan Presiden RI yang diperintahkan langsung oleh Soekarno.

Pada masa pemeritahannya, Assaat diketahui sebagai pemimpin yang berperan penting sebagai pendiri dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang merupakan kampus pertama yang dibangun oleh negara Indonesia.

Assaat yang dikenal sebagai pemimpin yang cerdas membuat Soekarno memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpun Republik Indonesia (RI), namun kepemimpinan Assaat hanya berlangsung sekira 9 bulan, seiring dengan berakhirnya masa jajahan Belanda, RIS dan RI sama-sama diakui dunia internasional, keduanya kemudia dilebur menjadi satu menjadi NKRI pada 15 Agustus 1950. Seiring dengan berlakunya NKRI, masa jabatan Assaat pun berakhir dan Soekarno kembali menjadi Presiden Indonesia yang sah dan Moh.Hatta adalah wakilnya.

(Amril Amarullah (Okezone))

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement