Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tiap Weekend, Sandi Sebut Ada 20 Tempat Pesta Miras Oplosan di Jakarta

Fadel Prayoga , Jurnalis-Selasa, 10 April 2018 |15:15 WIB
  Tiap <i>Weekend</i>, Sandi Sebut Ada 20 Tempat Pesta Miras Oplosan di Jakarta
Wagub DKI, Sandiaga Uno (foto: Fadel/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno mengatakan pihaknya mendapatkan informasi kalau setiap akhir pekan ada pesta minuman keras (Miras). Ada sekira 15 hingga 20 tempat per kecamatan yang melangsungkan menenggak minuman haram tersebut.

"Tiap kecamatan dapat laporan 15 sampai 20 setiap weekend ada pesta. Di mana anak-anak muda ini mengakses miras oplosan," kata Sandiaga di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (10/4/2018).

Menurutnya, tingginya konsumsi miras di Ibu Kota lantaran banyaknya masyarakat yang mengidap gangguan jiwa dan penat akibat permasalahan hidup. Sehingga, banyak yang merasa setelah meminum minuman beralkohol itu hilang segala permasalahan.

 Polisi Musnahkan Ribuan Botol Miras Jelang Perayaan Natal

Salah satu faktor orang stress di Jakarta karena tingkat kemacetan yang tinggi, minimnya lapangan pekerjaan dan kesejahteraan masyarakat yang tiap tahunnya kian menurun.

"Karena ini dikaitkan dengan tingkat tingginya stres dari masyarakat dan orang dengan gangguan kejiwaan. Kesehatan jiwa dan kesejahteraan masyarakat menurun, lapangan kerja yang sulit didapat. Akhirnya konsumsi miras oplosan ini meningkat," paparnya.

 (Baca juga: Korban Miras Oplosan: 82 Orang Tewas di Jakarta dan Jawa Barat)

Sandi menambahkan, banyak yang menganggap mengkonsumsi minuman keras itu dapat menghilangkan segala permasalahan. Padahal, kata dia, itu malah membuat persoalan yang baru.

Ia mengimbau kepada seluruh warga agar tak mengkonsumsi minuman tersebut. Dirinya tak ingin lagi melihat nyawa masyarakat Jakarta hilang secara sia-sia.

"Kesejahteraan menurun, maka dicari solusi miras yang murah. Jadi ini yang dioplos, dan ini akan berbahaya sekali," jelasnya.

 (Baca juga: Hasil Autopsi Korban, Miras Oplosan yang Beredar Mengandung Metanol)

Lebih lanjut Sandi menekankan pihaknya akan menurunkan penggunaan miras oplosan. Salah satu caranya yakni meningkatkan sosialisasi tentang bahaya mengonsumsi miras melalui teknologi smart city.

"Jadi saya ingin kesempatan ini kita gunakan untuk mensosialisasikan dan mengingatkan masyarakat untuk tidak mengonsumsi miras apalagi miras oplosan," pungkasnya.

 

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement