"Begini kami lihat sekarang realita politik yang ada, mayoritas penduduk Indonesia berasal dari tanah Jawa. Jadi kami lihat pak Zul itu sebagai orang Lampung, beliau adalah tokoh sangat kuat di luar Jawa dan memang sebagai tokoh Sumatera, beliau sangat dominan," tutur Eddy.
Apalagi, kata Eddy, pencapresan Zulkifli terbilang berat. Pasalnya, Eddy mengakui partai berlambang matahari putih itu hanya memperoleh suara 7,5 % di skala Nasional.
Oleh karenanya, terkait pencapresan Zulkifli Hasan, PAN masih akan merajut konsolidasi dengan partai politik yang ada untuk membangun koalisi. Sebab itu, Eddy menekankan, partainya belum menentukan sikap apapun, lantaran masih merajut komunikasi politik dengan partai lain.
(Baca juga: Prabowo Nyapres, Golkar: Kami Bisa Susun Strategi Menangkan Jokowi 2 Periode)
"Kami lakukan pembicaraan yang seluas-luasnya dengan semua parpol, tokoh, capres, termasuk juga kami dapatkan masukan dari akar rumput kami dan konstituen," ucap Eddy.
Disisi lain, dengan adanya fenomena politik saat ini, Eddy menyebut partainya akan kembali menggelar Rakernas tahun 2018. Salah satu agendanya adalah, akan membahas sikap PAN di Pemilu 2019.