nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

DPRD Dorong Pembangunan Bandara Bali Utara Dilakukan di Atas Laut

Agregasi Antara, Jurnalis · Kamis 12 April 2018 17:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 12 340 1885817 dprd-dorong-pembangunan-bandara-bali-utara-dilakukan-di-atas-laut-jcwwWiR5QW.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

BULELENG - DPRD Bali menginginkan pembangunan Bandara Bali Utara berlokasi di laut. Hal itu dikarenakan dampak sosial yang ditimbulkan bakal lebih kecil ketimbang dibangun di daratan.

 Sekretaris Komisi III DPRD Bali, I Ketut Kariyasa Adhyana berujar, pembangunan Bandara Bali Utara memang idealnya dilakukan di laut.   

"Bapak Bupati Buleleng dan Gubernur Bali juga menginginkan di laut pembangunan bandara itu," ucap Ketut, Kamis (12/4/2018).     

Menurutnya, jika pembangunan bandara dilakukan di darat maka akan dihadapkan persoalan pembebasan lahan. Ditambah lagi terdapat beberapa pura termasuk mengganti lahan produktif. "Tentunya kalau di laut tidak dilakukan pembebasan lahan," sambungnya.

(Baca juga: Alasan Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara Dilakukan di Atas Laut)

Ia mendorong pembangunan bandara tersebut secepatnya dilakukan terlebih sudah ada pengkajian dan hanya menunggu penentuan lokasi.

Dirinya berharap tak ada lagi pernyataan-pernyataan lain dari pemerintah pusat terkait pembangunan Bandara Bali Utara, karena akan berdampak sosial bagi masyarakat setempat.

Sementara itu, Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama mengaku dirinya mendatangi kantor Kemenko Kamaritiman lantaran ingin mendapat kepastian soal pembangunan bandara. Dari hasil pertemuan dengan Staf Ahli Menteri Koordinator Kemaritiman, Septian Hario Seto dan Kabid Infrastruktur Pariwisata Bahari Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur, Velly Asvaliantina, menyebutkan bahwa saat ini tahap pengkajian pembangunan bandara itu sudah hampir rampung.

(Baca juga: Bandara Ngurah Rai Ditutup Sementara, 12 Pesawat Berputar di Langit Bali)

“Sudah dipastikan akan dibuat bandaranya, tapi yang menjadi pertanyaannya pastinya kapan? Kalau 10 tahun lagi sama saja bohong juga. Katanya segera, tentunya makin cepat makin bagus hingga tidak menjadi pertanyaan bagi masyarakat. Sekaligus tidak mengganggu program mulianya Nawa Cita Presiden RI, karena kalau tidak terealisasikan khawatir akan memberikan citra buruk,” jelas Nyoman.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI menyatakan rencana pembangunan bandara baru di Bali Utara akan dilakukan setelah Bandara Ngurah Rai telah mencapai kapasitas penumpang tertinggi. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Agus Santoso mengungkapkan, pertumbuhan penumpang di Bali terus mengalami peningkatan seiring tumbuhnya industri pariwisata nasional.

"Tahun ini saja ada 21 juta penumpang. Tambah tahun tambah besar, bisa mencapai 30-31 juta penumpang. Ini yang harus dikelola," ujar Agus.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini