Image

Tidak Ada Warga Rusia yang Ingin Melihat Perang Dunia III

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 13 April 2018 15:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 13 18 1886265 tidak-ada-warga-rusia-yang-ingin-melihat-perang-dunia-iii-QFUmAq00Wk.jpeg Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Georgievna Vorobieva. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Situasi dunia yang semakin memanas, terutama antara dua kekuatan besar, Rusia dan Amerika Serikat membuat banyak orang cemas dan memunculkan isu bahwa Perang Dunia Ketiga akan segera terjadi. Namun, Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Georgievna Vorobieva mengatakan bahwa baik pemerintah maupun warga Rusia sama sekali tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi kejadian seperti itu.

BACA JUGA: Trump: Rusia Harus Bayar Mahal atas Serangan Kimia di Suriah

Dubes Lyudmila membantah laporan beberapa media internasional yang menyebutkan bahwa televisi Rusia meminta warga Rusia untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi perang dunia yang baru. Menurutnya, laporan itu salah menafsirkan apa yang disampaikan dalam siaran televisi Rusia tersebut.

“Apa yang sebenarnya dikatakan oleh televisi Rusia adalah bahwa tindakan beberapa orang yang membeli makanan atau mencoba menyimpan cadangan makanan mengantisipasi perang dunia adalah hal yang absurd dan lucu. Tujuannya adalah untuk mencegah orang-orang melakukan hal-hal menggelikan seperti itu,” ujarnya menjawab pertanyaan wartawan dalam press briefing di kediaman Dubes Rusia di Jakarta, Jumat (13/4/2018).

Dubes Lyudmila mengatakan, saat ini justru warga Amerika Serikat yang membangun tempat perlindungan bawah tanah di rumah mereka untuk mengantisipasi terjadinya Perang Dunia III. Dia menambahkan, rakyat Rusia telah mengalami penderitaan selama Perang Dunia II dan tidak ingin kejadian serupa terulang lagi.

“Perang Dunia II yang membawa penderitaan yang sangat besar terhadap 27 juta rakyat Rusia. Kami tahu apa itu Perang Dunia II.”

“Tidak ada warga Rusia yang ingin melihat Perang Dunia III dan melakukan apa pun yang kami bisa untuk mencegah hal yang sama terulang lagi,” kata Lyudmila.

Hubungan Amerika Serikat dan Rusia yang sebelumnya telah berada di titik terendah menjadi tegang setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam untuk melakukan serangan ke Suriah menyusul laporan dugaan serangan senjata kimia di Douma. Sementara Pemerintah Suriah secara tegas mengatakan tidak ada serangan senjata kimia yang dilakukan di Douma.

BACA JUGA: Suriah Berpotensi Diserang dalam 72 Jam, Maskapai Penerbangan Diimbau Berhati-hati

Moskow yang merupakan sekutu dekat Suriah mengingatkan bahwa Rusia akan menembak jatuh dan menyerang lokasi peluncuran semua rudal yang mengarah ke Suriah.

Tim penyelidik dari organisasi pengawas senjata kimia PBB telah bertolak ke Suriah untuk memeriksa kebenaran laporan mengenai serangan senjata kimia tersebut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini