DAMASKUS – Koalisi yang dipimpin Amerika Serikat (AS) menembakkan lebih dari 100 peluru kendali (rudal) jelajah Tomahawk ke Suriah. Namun, pasukan pertahanan udara Suriah dan pasukan Rusia mengklaim sebagian besar dari rudal itu berhasil dicegat.
“Lebih dari 100 rudal penjelajah dan rudal udara-ke-darat ditembakkan oleh AS, Inggris, dan Prancis dari laut dan udara kepada target militer serta warga sipil Suriah,” bunyi pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Rusia, mengutip dari Times of Israel, Sabtu (14/4/2018).
Pernyataan senada diungkapkan militer Suriah. Brigadir Jenderal Ali Mayhoub menuturkan, salah satu dari ratusan rudal itu menghantam pusat penelitian di Barzeh, dekat Damaskus, hingga menghancurkan sebuah bangunan. Sementara satu rudal di Homs berhasil digagalkan meski melukai tiga orang.
Mayhoub memastikan bahwa serangan-serangan tersebut tidak akan melemahkan posisi militer Suriah dalam perang menghadapi teroris bersenjata di wilayah kedaulatannya. Ia yakin dengan bantuan Rusia rudal-rudal tersebut akan selalu dapat dihalau.
BACA JUGA: Trump Umumkan Serangan Militer Tiga Negara ke Suriah