Meski Dipenjara, Mantan Presiden Brasil Tetap Jadi Favorit dalam Pilpres

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 16 April 2018 21:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 16 18 1887295 meski-dipenjara-mantan-presiden-brasil-tetap-jadi-favorit-dalam-pilpres-G68mJ8OCFM.jpg Mantan Presiden Brasil, Lula da Silva. (Foto: Reuters)

RIO DE JANEIRO – Mantan Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva yang dipenjara sejak pekan lalu masih menjadi pilihan favorit untuk pemilihan presiden yang akan digelar Oktober mendatang menurut jajak pendapat baru yang diumumkan pada Minggu.

Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan oleh Datafolha Institute dengan 31 persen rakyat Brasil mengatakan akan memilihnya jika dia diizinkan maju dalam pemilihan presiden. Angka itu dua kali lebih besar dari 15 persen responden yang memilih kandidat sayap kanan, Jair Bolsonaro dan 10 persen yang mendukung mantan menteri lingkungan, Marina Silva.

BACA JUGA: Segera Dipenjara, Mantan Presiden Brasil Diminta Serahkan Diri

Presiden Michel Temer yang diduga tengah mempertimbangkan untuk kembali maju dalam pemilihan mendatang yang mendapat dukungan dari 1 persen responden.

Namun, dalam skenario bahwa Lula tidak dapat maju sebagai kandidat, Bolsonaro, seorang pensiunan tentara yang telah berbicara mengenai kediktatoran militer Brasil, akan melihat bagiannya dalam jajak pendapat tersebut naik menjadi 17 persen.

Marina Silva akan tetap di tempat kedua dengan 15 persen, dengan Ciro Gomes, pilihan sayap kiri populer lainnya, naik menjadi 9 persen.

Xinhua Senin (16/4/2018) malaporkan, jajak pendapat tersebut dilakukan dengan mewawancarai 4.194 orang di 227 kabupaten di Brasil setelah Lula menyerahkan diri kepada polisi pekan lalu. Lula ditangkap pada 7 April untuk menjalani hukuman 12 tahun penjara atas tuduhan korupsi dan pencucian uang di dalam kasus korupsi perusahaan minyak Brasil, Petrobras.

BACA JUGA: Mantan Presiden Brasil Akhirnya Serahkan Diri ke Polisi

Lula dituduh menerima apartemen mewah di sepanjang pantai Sao Paulo dari perusahaan konstruksi, OAS S.A., sebagai suap dalam pertukaran untuk memilih perusahaan tersebut dalam kontrak publik Petrobras.

Menurut hukum Brasil, tidak ada politisi yang terbukti bersalah atas tuduhan kriminal yang dapat mencalonkan diri untuk pemilihan. Meskipun demikian, Partai Pekerja (PT) mengatakan tidak mempertimbangkan untuk mengganti Lula di peringkat teratas daftar calonnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini