Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

PRT Asal Filipina Dipaksa Minum Pemutih oleh Majikannya di Arab Saudi

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Selasa, 17 April 2018 |12:08 WIB
PRT Asal Filipina Dipaksa Minum Pemutih oleh Majikannya di Arab Saudi
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

Kasus tersebut menambah daftar PRT asal Filipina yang diperlakukan tidak manusiawi di Timur Tengah. Sebelumnya, jasad seorang PRT asal Filipina ditemukan dalam sebuah lemari pendingin (freezer) di Kuwait. Polisi mengatakan, korban disiksa atau dicekik hingga tewas sebelum jasadnya dijejalkan ke freezer.

Presiden Filipina, Rodrigo Roa Duterte, marah besar atas meninggalnya PRT bernama Joanna Demafelis tersebut pada 15 Februari lalu. Pria asal Davao City itu memerintahkan pelarangan total pengiriman tenaga kerja Filipina ke Kuwait. Ia juga menawarkan kepulangan gratis bagi PRT asal Filipina.

BACA JUGA: Presiden Duterte Akan Larang Warga Filipina Bekerja di Kuwait

Pada Januari, Duterte sebenarnya sudah mempertimbangkan agar tidak mengirim pekerja ke Kuwait. Hal itu dilakukan karena banyak warga negara Filipina di Kuwait yang tidak mendapatkan keadilan hingga beberapa di antaranya memilih untuk bunuh diri.

Berdasarkan perkiraan Kementerian Luar Negeri Filipina, ada lebih dari 250 ribu warganya yang bekerja di Kuwait di mana sebagian besar berprofesi sebagai PRT. Selain itu, warga Filipina juga bekerja di Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Qatar.

(Wikanto Arungbudoyo)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement