nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wiranto: Ada Serangan Narkoba dan Radikalisme Melalui Daerah Perbatasan

Fahreza Rizky, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 12:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 17 337 1887644 wiranto-ada-serangan-narkoba-dan-radikalisme-melalui-daerah-perbatasan-4rdGckJgn4.jpg Menko Polhukam Wiranto bersama Mendagri Tjahjo Kumolo (Foto: Humas Kemenko Polhukam)

JAKARTA - Pembangunan di daerah perbatasan merupakan sesuatu yang mutlak dilakukan dan perlu dipercepat. Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) pun harus bisa berkoordinasi, bersinergi dan saling mendukung dengan kementerian dan lembaga lainnya untuk bisa menyukseskan Nawacita yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni membangun dari perbatasan.

Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto saat menghadiri acara pencangan Gerakan Pembangunan Terpadu Kawasan Perbatasan (Gerbangdutas) Tahun 2018 di Merauke, Papua, Senin 16 April 2018.

"Perhatian Presiden untuk bagaimana memberikan kesejahteraan dan keadilan bagi penduduk perbatasan memang sangat perlu dan tepat sekali. Jadi yang pertama dari sisi pendekatan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," ujarnya melalui keterangan tertulis, Selasa (17/4/2018).

Dari sisi pendekatan keamanan dan pertahanan nasional, Wiranto mengatakan bahwa pembangunan perbatasan juga sangat penting. Sebab, menurutnya, ancaman sekarang sudah berubah, tidak melulu militer, melainkan sudah berubah menjadi serangan yang multidimensional, yang masuk dalam berbagai spektrum kehidupan berbangsa Indonesia.

"Ada serangan narkoba, ada human trafficking, ada radikalisme, terorisme, illegal fishing, illegal logging, semua itu ancaman-ancaman yang melalui perbatasan," ucap Wiranto.

Karena itu, bila perbatasan di Indonesia lemah, longgar, atau kosong maka ancaman itu dengan mudah masuk. Sehingga, sambungnya, dengan adanya pembangunan perbatasan, adanya infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah, maka akan menumbuhkan satu pemukiman baru yang nantinya akan memperkuat pertahanan nasional.

"Artinya bahwa pembangunan perbatasan ini mutlak dan harus segera dipercepat, dan itu dilaksanakan dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri sebagai Kepala BNPP," jelas Wiranto.

(Baca Juga: Wiranto: Negara Lain Kepincut Konsep Deradikalisme Indonesia)

Dalam kesempatan itu, Mantan Panglima ABRI tersebut juga mengatakan bahwa pembangunan perbatasan saat ini sudah mulai terlihat hasilnya. Misalnya pembangunan jalan-jalan baru, pembangunan transportasi baru baik pelabuhan udara dan pelabuhan laut.

"Jalan-jalan tembus wilayah perbatasan itu sudah banyak sekali, belum lagi adanya pembangunan pos lintas batas yang dulunya kumuh, katakanlah tidak membanggakan, menyedihkan, sekarang sudah menjadi satu pos lintas batas yang membanggakan karena lebih bagus dari seberang," imbuh Wiranto.

Menteri dari Partai Hanura itu bercerita bahwa dulu pos lintas batas Indonesia lebih kumuh dari negara-negara tetangga. Kemudian, Presiden Jokowi memerintahkan agar membongkarnya dan dalam waktu dua minggu harus dibuat lebih bagus dari negara tetangga.

"Sekarang di tujuh daerah perbatasan, sudah sangat membanggakan bahkan menjadi daya tarik bagi negara tetangga untuk datang melihat masuk negara kita. Ini sesuatu bagian dari membangun kebanggaan nasional, mereka merasa bangga karena ketika ditanya kamu dari negara mana maka dengan bangga mereka mengatakan aku orang Indonesia, karena secara fisik membanggakan," jelas Wiranto.

"Kalau dulu kumuh dan sebagainya, ya ditanya mungkin dia juga ogah-ogahan jawabnya, merasa terasing, terpinggirkan. Sekarang ngga, merasa dirangkul, diperhatikan, ini saya kira sesuatu yang sangat penting bagi masyarakat pembangunan wilayah perbatasan. Bukan aksi-aksian, bukan sekedar demonstrasi, tapi memberikan kontribusi yang akibatnya, dampaknya, dan hasilnya itu pasti untuk membuat negeri ini lebih bangga lagi," pungkas Wiranto.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini