Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Nostalgia Taman Ria Senayan yang Tinggal Kenangan

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Sabtu, 21 April 2018 |10:01 WIB
Nostalgia Taman Ria Senayan yang Tinggal Kenangan
Kawasan Taman Ria Senayan akan dibangun mal (dok. Okezone)
A
A
A

Ikon Ibu Kota

Sejarawan dari Universitas Indonesia (UI), Anhar Gonggong, mengatakan, Taman Ria Senayan di kala itu dapat dikatakan sebagai salah satu Ikon Ibu Kota Jakarta. Lantaran, tempat itu dahulunya primadona di mata masyarakat.

"Ya salah satu tempat rekreasi Ibu Kota yang dapat dikatakan tanda kutip Ikon untk anak-anak muda pada masa itu," kata Anhar.

Dalam ingatannya, Taman Ria memang merupakan tempat yang sangat disukai oleh masyarakat khususnya anak muda. Tempat hiburan lengkap nan ekonomis itu menjadi alasan kuat masyarakat gemar menghabiskan waktu liburannya ke Taman Ria Remaja.

"Tapi memang terkenal sekali, artinya Taman Ria Senayan banyak anak muda. Untuk periode itu merupakan kebutuhan bagi anak anak muda," ucap Anhar.

Taman Ria sendiri mulai sepi ditinggal pengunjungnya ketika masuk ke tahun 1990-an. Hal itu lantaran, lahir-nya beberapa tempat hiburan alternatif lainnya di Ibu Kota.

Sekitar tahun 1997, pengelola awal Taman Ria Senayan berpindah tangan dari Yayasan Ria Pembangunan ke PT Ario Bimo Laguna Perkasa. Karena pengunjung merosot, akhirnya keputusan pahit diambil dengan rencana merombak aset tersebut.

Nostalgia indah mengenai Taman Ria kini hanya tinggal kenangan. Seiring perkembangan zaman dan kemajuan pembangunan yang pesat,Taman Ria Remaja tak mampu bersaing dengan tempat hiburan lainnya.

Tinggal Kenangan

Di tahun 2010 kawasan yang memiliki luas sekira 10 hektar itu dibongkar dan langsung rata dengan tanah. Meskipun, ada bangunan yang tersisa di tempat itu sampai kini, Restoran Pulau Dua.

"Namun sayang Taman Ria Senayan sudah ‘mati’ seiring dengan pesatnya perkembangan Kota Jakarta. Seandainya taman ini masih ada," sesal Ali.

Cerita tinggalah cerita, kini kawasan itu justru ramai pekerja bangunan dan alat-alat berat. Papan tinggi pun menutupi sepanjang Kompleks Taman Ria. Tanda dimulainya, pembangunan Taman Ria dalam versi terbaru.

Kawasan Taman Ria pun sudah tak lagi menjadi tempat mencari ketenangan dari ramainya Ibu Kota. Puing-puing bekas robohan bangunan kini jadi pemandangan warga yang melintas di daerah Gerbang Pemuda Senayan.

Fenomena perombakan Taman Ria sempat menuai perdebatan. Pasalnya, bergulir isu bahwa yang dulunya tempat rekreasi itu ingin dibangun pusat perbelanjaan atau mal. Wacana itupun sempat diprotes banyak pihak, mulai dari pihak eksekutif, legislatif dan masyarakat.

Bahkan, untuk mempertahankan kawasan Taman Ria sebagai ruang terbuka hijau sempat ditempuh oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI, yang ketika itu dipimpin oleh Gubernur Jakarta Fauzi Bowo. Ketika itu, Pemprov sempat melakukan penyegelan terhadap tempat itu.

Tidak puas dengan langkah Pemprov, PT Ario Bimo Laguna Perkasa melakukan upaya hukum dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Singkatnya, PTUN mengabulkan permohonan dari pihak pengelola.

Sempat berproses hukum panjang, akhirnya pada tingkat Kasasi di Mahkamah Agung (MA). Pemprov DKI pun kembali kalah oleh pengelola. Dengan begitu, PT Ario Bimo Laguna Perkasa sah memegang Izin Konstruksi Menyeluruh (IKM) yang telah dikeluarkan oleh Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) DKI Jakarta.

Meskipun, saat ini pembangunan sudah tampak di kompleks Taman Ria. Namun, belum diketahui akan dijadikan apa bangunan yang sudah berdiri sekitar 50 persen tersebut.

Dalam hal ini, Okezone sudah mencoba meminta konfirmasi ke Kantor PT Ario Bimo Laguna Perkasa yang ada di Gerbang Pemuda Senayan. Tetapi pihak pengelola masih enggan memberikan keterangan apapun. Surat permohonan wawancara yang dilayangkan kepada pengelola pun belum mendapatkan jawaban hingga berita ini diturunkan.

Terkait pembangunan terkini dari Taman Ria sendiri, juga tidak diperkenankan mengambil gambar oleh pengelola. Tetapi, berdasarkan pantauan, memang sudah ada bangunan tiga lantai yang berdiri. Aktivitas pekerja bangunan dan alat berat juga lalu lalang ketika meninjau langsung lokasi tersebut.

(Angkasa Yudhistira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement