BATAM - Tiga penari erotis di Dataran Engku Putri, Batam Center, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) pada Sabtu, 14 April 2018 lalu diketahui hanya tenaga freelance di Morena Pub. Ketiganya hanya bekerja dan dibayar bila ada acara tertentu di tempat hiburan malam tersebut.
Hal ini disampaikan oleh Abun, Manager Operasional Morena Pub. Ia mengatakan, seluruh penari atau PR (Public Relation) yang ada di Morena Pub bukan pekerja tetap melain hanya pekerja freelance. "Mereka bukan karyawan tetap di sini. Kalau ada event aja baru kami panggil. Semua PR di sini seperti itu," ujarnya saat ditemui di Morena Pun, Jumat (20/4/2018) malam.
Terkait kejadian tarian erotis yang menyeret nama Morena Pub, Abun mengaku sangat menyesali hal tersebut. Pasalnya, pihak Morena sama sekali tidak mengetahui kejadian tersebut. Bahkan, Abun mengaku tidak tahu kapan ketiga wanita tersebut disewa atau dikontrak oleh pihak pengelola acara pesta rakyat Penjara Marwah Rudi (PMR).
"Yang saya tahu, salah satu waitress di sini punya pacar anggota club motor (NVLF) itu. Dan mereka sempat bertemu dengan penari ini di VIP 3. Panitia acara itu sudah booking ketiganya sebulan sebelum acara katanya," ujar Abun lagi.
