Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Perjuangan Guru Ngaji Bernama Kentut untuk Berganti Identitas

Anggy Muda , Jurnalis-Selasa, 24 April 2018 |12:30 WIB
Kisah Perjuangan Guru Ngaji Bernama Kentut untuk Berganti Identitas
Kentut resmi bergnti nama menjadi Ikhsan Hadi (Foto: Anggy/Okezone)
A
A
A

TANGERANG - Nama merupakan sebuah doa yang diberikan oleh orangtua pada anaknya agar menjadi anak yang bermanfaat bagi orang lain. Namun, bagaimana jika orangtua yang memberikan nama anaknya dengan nama unik dan terlihat tidak biasa.

Seperti seorang guru ngaji di Kecamatan Pinang ini, orangtuanya memberikan nama Kentut saat ia lahir. Lantaran nama tersebut, anaknya pun sering mendapat olokan dari teman-temannya hingga ia mantap mengajukan permohonan le Pengadilan Negeri Tangerang untuk mengubah namanya.

"Saya mengganti identitas agar tidak menjadi olok olok teman, terlebih anak saya perempuan sering kali di ejek oleh teman teman sekolahnya," kata Kentut yang saat ini namanya telah berganti menjadi Ihksan Hadi, Selasa (24/4/2018).

Ia pun mengaku kerap mendapati putrinya tersebut menangis lantaran merasa malu dengan nama orang tuanya. "Putri saya sering menangis dan mengurung diri di kamarnya karena malu diejek, pernah waktu itu anak saya enggak mau sekolah karena terus menerus diejek kentut sama teman temannya," katanya

Ia menuturkan ia dan keluarganya kerap menerima ejekan dari warga sekitar dan parahnya lagi sejak 2008 lalu pihaknya menerima ejekan yang menyakitkan dari warga sekitar.

"Pernah satu RW saya diejek oleh orang orang dan di kecamatan pernah diomelin karena disangka becanda menyebut nama saya, yang tidak akan saya lupa adalah waktu pengurusan di Disdukcapil semua petugas disana menertawakan nama saya," kata Kentut

Kentut yang juga berjualan mie ayam tersebut seolah terbiasa menerima ejekan tersebut. Sementara itu, Rebo paman dari Kentut menjelaskan, saat lahir, Kentut memang sengaja diberi nama tersebut lantaran kedua orangtuanya kurang memahami dampak yang akan ditimbulkan dengan memberi nama tersebut.

"Namanya juga orang di kampung, dan waktu itu orangtuanya asal memberi nama sehingga waktu melengkapi administrasi kependudukan kedua orangtuanya tersebut menyebut kentut sebagai nama dari anaknya tersebut," kata Rebo.

Ia menuturkan, Kentut yang tiap hari mengajar ngaji kepada warga sekitar tersebut perlu mengganti namanya lantaran ia menilai kentut saat ini telah menjadi panutan warga.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement