nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ratusan Polisi Syariah di Aceh Dites Urine, Apa Hasilnya?

Khalis Surry, Jurnalis · Senin 30 April 2018 18:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 30 340 1893036 ratusan-polisi-syariah-di-aceh-dites-urine-apa-hasilnya-0FoFN0rPXP.jpg Satpol PP dan WH Aceh mengantre untuk tes urine di Kantor BNNP Aceh (Ampelsa/Antara)

BANDA ACEH - Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan tes urin terhadap 920 personel Satuan Polisi Pamong Praja dan Polisi Syariah (Wilayatul Hisbah) Aceh. Uji urine digelar di halaman Kantor BNNP Aceh di Banda Aceh, untuk mendeteksi penggunaan narkoba di kalangan aparat.

Kepala BNNP Aceh, Brigjen Faisal Abdul Naser mengatakan bahwa tes urine dilakukan atas implementasi pelaksanaan dari surat edaran dari Menteri Aparatur Negara ke gubernur yang telah diturunkan kepada Kepala Dinas Satpol PP dan WH Aceh.

"Ini sudah terlaksana, jadi kami sangat berterima kasih karena sudah terlaksananya surat edaran dari menteri sudah dilakukan," kata Faisal kepada wartawan di sela kegiatan, Senin (30/4/2018).

Tes urine itu dilakukan untuk mengetahui pemakaian ganja, minum alkohol atau mengkonsumsi narkotika berdasarkan resep dokter atau tidak. "Makanya nanti kita tanya apakah dia menggunakan dengan resep dokter. Enam parameter ini adalah salah satu yang sudah dipakai di BNN Provinsi. Jadi istilahnya lebih akurat daripada yang lain," ujarnya.

 

Jika ada yang terdeteksi, kata Faisal, pihaknya akan memastikan terlebih dahulu, apakah menggunakan narkotika karena resep dokter atau tidak. Namun jika bisa disembukan maka akan diobati.

"Nanti kita lihat apakah dia yang positif itu dia menggunakan resep dokter atau tidak ataupun ada yang lainnya. Nanti itu proses yang kedua. Nanti kalau misalnya dia apa perlu kita obati maka kita obati. Jadi tidak semata-mata kita lakukan penindakan, kalau ada yang sakit kita sembuhkan. Bukan langsung kita lakukan sebagai pemburu, tidak. Yang sakit kita obati," pungkas Faisal.

Sementara Kasatpol PP dan WH Aceh, Dedi Yuswadi menyebutkan, pihaknya sudah melakukan tes urine sebanyak empat kali kepada anggota dijajarannya. Tahun lalu, sebanyak empat orang terindikasi narkoba. Katanya, tes urin tahun ini sekaligus sebagai evaluasi bagi tenaga kontrak yang "rumahkan" beberapa bulan yang lalu.

"Tenaga kontrak dari Desember 2017 kemarin, itu kita nonaktifkan. Dan ini merupakan bagian dari evaluasi bagi tenaga kontrak. Kita tidak ada rekrutmen lagi, karena anggota kita yang sudah ada ini kita berdayakan. Jadi tidak ada rekrutmen lagi, 920 itu yang kita berdayakan," sebutnya.

Jika ada tenaga kontrak yang terindikasi narkoba maka sesuai dengan kontrak kerja yang telah ditanda tangani bahwa mereka akan diberhentikan sebagai tenaga kontrak.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini