"Kita ingin lihat identitas mereka betul mahasiswa atau bukan. Karena kalau mahasiswa kita koordinasi dengan kampus," imbuhnya.
Jenderal bintang tiga itu menjelaskan, mulanya massa aksi yang di dalam terdapat berbagai elemen termasuk Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menyuarakan isu-isu buruh. Namun, di pertengahan aksi ada sekelompok massa bergabung dan mengangkat isu berbeda yakni tentang pembangunan bandara.
"Kalau lihat kronologi kejadian, Hari Buruh. Dari pagi sudah unjuk rasa tiba-tiba jam 3 atau setengah 4 keluar ada sekelompok orang yang berunjuk rasa tanpa izin kepolisian, tapi isu bukan masalah buruh, tapi isu masalah bandara dan macam-macam," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum PMII Cabang DIY Faizi Zain menjelaskan, aksi yang digelar pada Selasa 1 Mei itu merupakan gabungan lintas gerakan yang mengatasnamakan Gerakan Aksi Satu Mei (GERAM). Masing-masing elemen telah sepakat menyuarakan isu seputar buruh dengan damai alias tidak anarkis.