Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mobil-mobilan Kayu yang Bertahan di Tengah Gempuran Modernisasi

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Sabtu, 05 Mei 2018 |09:05 WIB
Mobil-mobilan Kayu yang Bertahan di Tengah Gempuran Modernisasi
Mobil-mobilan dari kayu di kios samping Jalan Raya Pasar Minggu, Kalibata, Jakarta Selatan (Arie DS/Okezone)
A
A
A

Sukma, adik Umar yang menjaga kios mobil mainan sekarang menuturkan bahwa beberapa waktu lalu ada seorang pria membawa anaknya ke kios tersebut untuk membeli mobil-mobilan.

Kepada Sukma, sang pria itu bercerita bahwa belasan tahun lalu dia pernah dibelikan mobil-mobilan buatan Umar di kios tersebut. “Makanya dia bawa anaknya, dia beli lagi untuk anaknya, sekalian nostalgia,” tutur Sukma mengutip cerita dari pembelinya.

Mainan dari kayu memang memiliki nilai seni yang tinggi. Pembuatannya butuh ketelitian dan kreativitas. Mulai dari mengukir, memasang hingga mengecat, tak bisa sembarang.

Umar bercerita awalnya dia membuat mobil-mobilan dari kayu hanya sekadar iseng. Kisahnya bermula setelah dirinya diberhentikan dari perusahaan produksi tinta tempatnya bekerja. Umar tak putus asa.

Dia lalu membuat kincir angin dari kayu, di sela mengurus tanah di samping Taman Makam Pahlawan Kalibata. Mainan kincir angin itu kemudian dipajang di pinggir Jalan Raya Pasar Minggu. Ternyata ada yang tertarik dan membelinya.

"Saya iseng-iseng buat kincir angin, nah ditaruh saja di sini. Dulu Jalan (Raya Pasar Minggu) ini masih jalan tanah, belum aspal, akhirnya lama-lama banyak orang pesan," tutur Umar.

Dari kincir angin, Umar lalu membuat mobil-mobilan dan permintaannya terus meningkat terutama sejak 97 hingga era 2000-an. Selain mobil-mobilan, Umar juga membuat kursi goyang berbentuk kuda. Semuanya dari kayu.

Sekali waktu Umar ikut pameran kreasi anak negeri, mempromosikan hasil kreativitasnya. Setelah itu, banyak orderan datang, bukan saja dari dalam, tapi juga luar negeri. Ada turis asal Belanda memesan 300 miniatur bajaj dari kayu ke Umar.

Usaha Umar terus berkembang bahkan membuka cabang hingga ke Kalideres, Serang, Depok, Bekasi hingga Bogor. Dia menghidupi dan menyekolahkan anak-anaknya dari bisnisnya tersebut. Tapi sekarang seiring minimnya permintaan, usahanya mulai meredup. Kiosnya hanya tersisa dua di Kalibata.

Umar mengecek bahan mainan buatannya (Arie/Okezone)

Mobil-mobilan dari kayu diakui bisa menjadi lahan ekonomi bagi masyarakat. Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan DKI Jakarta berencana mengembangkan industri kecil tersebut.

"Nanti saya data, saya cariin enterpreneur muda yang bisa bantu ngelatih untuk diupgrade," kata Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan DKI Jakarta. "Saya cariin volunteer yang mau bantu. orang kaya gitu, enggak dibayar."

Menurutnya Pemprov DKI akan mendorong pengrajin mobil-mobilan dari kayu agar membuat mainan yang kekinian juga sehingga disukai anak zaman sekarang. “Sekarang kan truk-truk, bisa saja nanti mobil ferrari yang dia bikin. Kekinian," terangnya. (sal)

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement