Erupsi Gunung Merapi yang terjadi bersifat freatik artinya dominasi uap air. Erupsi berlangsung satu kali dan tidak diikuti erupsi susulan. “Sebelum erupsi freatik ini terjadi, jaringan seismik G, Merapi tidak merekam adanya peningkatan kegempaan,” demikian isi rilis tersebut.
Namun demikian, sempat teramati peningkatan suku kawah secara singkat pada pukul 06:00 WIB (sekitar 2 jam sebelum erupsi).
Pasca erupsi, kegempaan yang terekam tidak mengalami perubahan dan suhu kawah mengalami penurunan. “Masyarakat diimbau untuk tetap tenang.”
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.