nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jual Organ Tubuh Harimau di Medsos, Ilyas Dihukum 2 Tahun Penjara

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Rabu 23 Mei 2018 20:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 23 340 1901842 jual-organ-tubuh-harimau-di-medsos-ilyas-dihukum-2-tahun-penjara-wTfZhisRLz.jpg Ilyas saat divonis (foto: Wahyudi/Okezone)

MEDAN - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan pidana penjara selama 2 tahun kepada Ilyas, terdakwa kasus perdagangan organ satwa dilindungi melalui situs jejaring sosial facebook.

Ilyas sebelumnya ditangkap petugas Polisi Kehutanan dari Kantor Balai Pengaman dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sumatera pada 29 Januari 2018 lalu.

Vonis penjara terhadap Ilyas dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim, Riana Pohan, dalam persidangan yang digelar di Ruang Cakra II, Gedung Pengadilan Negeri Medan, Rabu (23/5/2018) petang.

Dalam amar putusannya, majelis hakim berpendapat, bahwa berdasarkan pemeriksaan di persidangan, terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar ketentuan pada Pasal 40 ayat (2) UU. RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya yo Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

"Menjatuhkan kepada terdakwa, pidana penjara selama 2 tahun," kata Hakim Riana.

Selain hukuman penjara, majelis hakim juga menjatuhi terdakwa dengan pidana denda senilai Rp50 juta. Jika tidak membayar denda tersebut, hukuman terdakwa akan ditambahkan dua bulan penjara.

"Memerintahkan agar terdakwa tetap ditahan," tandas Hakim.

Usai mendengarkan putusan, terdakwa Ilyas langsung menerima atas vonis yang diberikan majelis hakim kepada dirinya. Demikian juga dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kristina Lumbanraja menerima putusan tersebut.

"Terima majelis," ujar Ilyas.

Sebelumnya, JPU menuntut Ilyas yang merupakan terdakwa penjual bagian-bagian tubuh harimau dan beruang melalui media sosial dituntut tiga tahun penjara. Selain itu, terdakwa juga dituntut untuk membayar denda sebesar Rp 100 juta subsidair 6 bulan kurungan.

Dalam dakwaan terdakwa ditangkap di rumahnya di Jalan Veteran Pasar IV Dusun 7 Desa Helvetia, Gang Jasmine, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, pada 29 Januari 2018.

Penangkapan berawal dari adanya informasi dari masyarakat terkait perdagangan bagian-bagian satwa yang dilindungi UU berupa kulit harimau dan kuku beruang. Petugas Polisi Kehutanan dari Kantor Balai Pengaman dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sumatera, lantas melakukan pengintaian dan penyamaran sebagai pembeli melalui facebook.

Kemudian, tanggal 29 Januari 2018, petugas melaksanakan kegiatan operasi peredaran tumbuhan dan satwa liar di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Dalam operasi itu, tim menangkap terdakwa.

Petugas menyita barang bukti berupa kulit dan kuku harimau, beruang dan macan, di antaranya lima buah taring beruang terdiri dari empat buah dilengkapi ring ornamen dan satu buah taring tanpa dilengkapi ring ornamen dari tangan terdakwa.

Selanjutnya satu buah kalung yang terbuat dari kuku harimau, tiga buah kuku beruang dilengkapi dengan ring ornament, empat buah kuku macan, dua buah dompet kulit harimau, dua buah kulit harimau bagian kaki berbentuk tapak dan masih berkuku tidak utuh.

Kemudian, dua buah tali pinggang kulit harimau masing-masing berwarna coklat dan hitam, satu buah tas selempang kulit macan, satu lembar kulit harimau dengan ukuran panjang 95 cm dan lebar 35 cm dan satu buah kalung yang terbuat dari kuku beruang

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini