nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ironi Warga Suku Anak Dalam Ngemis di Jalanan

Nanang Fahrurozi, Jurnalis · Senin 18 Juni 2018 00:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 06 17 340 1911096 ironi-warga-suku-anak-dalam-ngemis-di-jalanan-0lmyxEOIwG.jpg Warga Suku Anak Dalam ngemis di jalanan (Foto: Nanang Fahrurozi)

MERANGIN - Ada pemandangan yang sedikit aneh dan jadi perhatian masyarakat Merangin dan pemudik yang melintas di simpang lampu merah Pematang Kandis, Kota Bangko.

Di sana terlihat beberapa perempuan dan anak-anak warga Suku Anak Dalam mendatangi setiap kendaraan yang tengah berhenti di simpang lampu merah, maupun di SPBH. Perlahan, mereka mengetuk kaca jendela sebagai kode meminta uang.

Beberapa wanita Suku Anak Dalam yang menjadi pengemis sudah terjadi sejak bulan Ramadan lalu. Namun anehnya ,tidak ada tindakan apapun yang di ambil Pemerintah Kabupaten Merangin.

"Saya kira memang pengemis biasa, tapi ini sampai mengetuk kaca jendela mobil, banyak yang takut memberi uang bang," jelas Nova, salah satu pemudik asal Jakarta yang akan mudik ke Sumatera Barat.

Hal senada juga diungkapkan Dewi pemudik asal Bekasi, juga mengeluhkan dengan perilaku pengemis warga Suku Anak Dalam yang berani mengedor kaca jendela pengendara.

"Seperti setengah maksa, kami memilih enggan untuk memberi sedekah, kalau seperti ini bukannya kami simpati tapi malah takut bang, apalagi mereka orang rimba yang belum kami kenal perilakunya," ujar wanita berkaca mata ini.

Dari pantauan media, sedikitnya ada sepuluh orang wanita dan anak-anak Suku Anak Dalam yang berdiri di simpang lampu merah di depan Poslantas Pematang Kandis. Wanita tersebut menggendong balita sambil membawa gayung untuk menampung uang.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini