"Jika Erdogan menang, ponsel Anda akan terus didengarkan ... Ketakutan akan terus berkuasa ... Jika Ince menang, pengadilan akan independen," ujarnya sebagaimana dilansir Reuters, Minggu (24/5/2018).
Pemunguntan suara akan dimulai pada Minggu dimulai pukul 8 pagi waktu setempat dan berakhir pada pukul 5 sore. Hampir 60 juta warga Turki memenuhi syarat untuk memilih, dari total populasi 81 juta.
BACA JUGA: Tak Terima Dipanggil 'Diktator', Erdogan Ambil Langkah Hukum terhadap Politikus Turki
Jajak pendapat menunjukkan Erdogan akan gagal mengunci kemenangannya dalam satu putaran. Namun, dia diperkirakan akan tetap memenangi putaran kedua pada yang rencananya digelar pada 8 Juli. Partai AKP yang berkuasa diprediksi akan kehilangan posisi mayoritasnya di parlemen yang mungkin akan meningkatkan ketegangan antara presiden dengan parlemen pada pemerintahan mendatang.
Selain Ince dan Erdogan, kandidat lain yang maju dalam pemilihan presiden kali ini di antaranya adalah pimpinan Partai Demokrasi Kurdi (HDP), Selahattin Demirtas yang kini berada di dalam penjara. Jika HDP melebihi ambang batas 10 persen suara yang diperlukan untuk memasuki parlemen, akan lebih sulit bagi AKP untuk mendapatkan suara mayoritas.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.