Galeri yang memiliki empat ruangan di dalamnya itu didominasi dengan foto-foto aktivitas pemerintahan Presiden Jokowi. Dokumentasi pertemuan kenegaraan dan peresmian infrastruktur era Jokowi bisa dilihat di sana.
Setelah menikmati koleksi seni dibangunan tua, saat keluar dari pintu belakang, masyarakat baru melihat megahnya Perpusnas tertinggi dunia itu.
Tulisan “Perpustakaan Nasional Republik Indonesia” yang tertulis dalam empat Bahasa langsung menyambut masyarakat yang hendak masuk ke gedung bergaya modern itu.
Setelah melewati anak tangga dan pintu otomatis, pengunjung disajikan dengan figura foto dari sosok yang pernah menjadi presiden Indonesia. Melangkah sedikit ke depan, masyarakat akan melihat rak buku besar yang menembus hingga empat lantai.
Pengunjung akan langsung diarahkan ke lantai dua untuk mengurus layanan keanggotaan dan penelusuran informasi. Pada komputer yang disediakan, warga diminta untuk mengisi formulir guna mengurus kartu anggota perpusnas.

Tak dipungut biaya untuk mengurus administrasi tersebut. Semua pelayanan mudah diakses untuk masyarakat. Setelah meraih kartu anggota, pengunjung akan diminta menitipkan tas-nya apabila ingin menuju ruang baca. Maklum, untuk kenyamanan dan keamanan, warga dilarang untuk membawa ransel.
Biasanya, pengunjung ramai menuju lantai 21 dan 22. Tempat itu merupakan ruang penyimpanan koleksi buku dengan beragam kategori umum. Benar saja, ketika melihat sekeliling, ruangan itu cukup ramai didatangi pengunjung yang berburu buku bacaan yang diiinginkannya.
Perpustakaan ini menyediakan ruang baca dan ruang diskusi. Modelnya pun disesuaikan dengan zaman kekinian. Suasananya pun sunyi, seperti perpustakaan biasanya dan dilengkapi dengan pendingin ruangan yang membuat pembaca semakin nyaman.
"Pengunjung ramai di lantai 21 dan 22, karena disana layanan umum dan sebagian besar disitu, seperti buku ekonomi, sejarah dan lainnya," ujar Dwi.

Lantai itu bukan satu-satunya tempat favorit pengunjung. Tujuan selanjutnya adalah lantai 14 yang memiliki koleksi buku-buku langka. Setiap lantainya, perpusnas memiliki koleksi tersendiri. Bahkan, di lantai tujuh, terdapat ruangan khusus anak-anak dan para disabilitas, yang dilengkapi dengan buku huruf braile.
Lokasi favorit selanjutnya berada di lantai 24 perpustakaan nasional. Ruangan paling atas ini memiliki fasilitas executive lounge. Tempat ini menjadi spot ideal untuk mencari inspirasi atau berdiskusi.
Dengan konsep kaca tembus pandang, di lantai ini masyarakat bisa membaca buku sambil menikmati indahnya pemandangan area Monumen Nasional (Monas) dari atas. Di pelataran luar pun disediakan beberapa kursi untuk pembaca. Amboinya, angin sepoi-sepoi menambah kenyamanan membaca buku di perpustakaan nasional.

Tak hanya buku, perpustakaan ini juga menyajikan beberapa koleksi bersejarah lainnya. Seperti, monograf tertutup, koleksi naskah nusantara, koleksi foto, peta dan lukisan.
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.