nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gunung Agung Meletus Lagi Pagi Ini, Warga Diminta Waspadai Lahar

Nurul Hikmah, Jurnalis · Selasa 03 Juli 2018 05:53 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 03 340 1916999 gunung-agung-meletus-lagi-pagi-ini-warga-diminta-waspadai-lahar-bu6aSkd7WS.jpg Gunung Agung erupsi pagi ini (PVBMG)

DENPASAR – Aktivitas Gunung Agung masih terus menggeliat. Setelah erupsi Senin malam, gunung tertinggi di Bali itu kembali meletus, Selasa (3/7/2018) sekira pukul 04.13 Wita tadi.

Letusan subuh tadi menyemburkan kolom abu vulkanis setinggi 2.000 meter dari atas puncak kawah 5.142 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong mengarah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 21 mm dan durasi 7 menit.

Petugas KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Agung, Anwar Sidiq menyatakan dari pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 Wita secara visual ada asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 2000 meter di atas puncak kawah.

Teramati letusan dengan tinggi 2000 meter dan warna asap putih dan kelabu, dan teramati sinar api di atas puncak kawah.

Secara kegempaan terjadi Gempa Letusan terjadi 1 kali, Hembusan 10 kali, dan low frekuensi terjadi 3 kali. "Status Gunung Agung saat ini masih berada dilevel III," katanya.

Erupsi Gunung Agung (Antara)

Masyarakat, wisatawan atau pendaki masih dilarang beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari puncak Gunung Agung.

Zona perkiraan bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual.

Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung diminta mewaspadai potensi ancaman aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.

 

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini