nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anak Gadis 19 Tahun Dijual "Mami" ke Om-Om Hidung Belang

Sigit Dzakwan, Jurnalis · Rabu 04 Juli 2018 15:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 04 340 1917784 anak-gadis-19-tahun-dijual-mami-ke-om-om-hidung-belang-9DfS7c2HwT.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

KOTAWARINGIN BARAT - Bisnis prostitusi di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng kian marak. Usaha esek-esek via internet atau online seringkali melibatkan germo atau “mami” beserta gadis belia yang akan dijual kepada konsumennya, terutama om-om hidung belang.

Kali ini bisnis prostitusi via online terendus Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Satreskrim Polres Kotawaringin Barat. Unit PPA berhasil membongkar praktik perdagangan manusia di sebuah hotel di Pangkalan Bun pada Selasa 3 Juli 2018.

“Berawal dari laporan masyarakat dan kemudian kita selidiki bahwa ada seorang mucikari yang menjual saorang gadis kepada konsumennya di sebuah hotel via online,” ujar Kasat Reskrim Polres Kobar AKP Tri Wibowo di Mapolres, Kamis (4/7/2018).

Sanng mucikari adalah perempuan EN binti BD (40) warga Kelurahan Baru Kecamatan Arut Selatan. “Korban trafficking adalah PE (19) warga GM Arsyad Pangkalan Bun," terangnya Tri Wobowo.

Kronologi kejadian, lanjut Tri, pada Selasa 03 Juli 2018, anggota unit PPA Polres Kobarmelakukan penyelidikan kasus Perdagangan Orang yang dilakukan oleh tersangka EN dengan korban PE.

“Awal penyelidikan ketika mendapati informasi dari masyarakat tentang adanya transaksi prostitusi via pesan singkat aplikasi yang berlanjut ke telepon. Kemudian tersangka menunjukan foto korban kepada pelanggan,” jelasnya.

Setelah terjadi kesepakatan harga, kemudian pelanggan menentukan lokasi transaksi prostitusi di salah satu hotel di Pangkalanbun. “Saat kita tangkap berada di hotel di dalam kota Pangkalan Bun. Untuk korban masih kita periksa sebagai saksi, mucikari EN sudah trrsangka,” kata Tri.

Barang bukti yang berhasil diamankan di TKP yakni 2bh Hp vivo dan samsung, 1bh atm bri dan bukti transfer penjualan gadis. “Tersangka kita jerat Pasal 2 Ayat 1 UU RI nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang ancaman maksimal 15 tahun penjara,” tandasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini