UNESCO Serukan Penyelidikan atas Meninggalnya Wartawan Indonesia Muhammad Yusuf

Agregasi VOA, · Jum'at 06 Juli 2018 08:44 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 06 18 1918686 unesco-serukan-penyelidikan-atas-meninggalnya-wartawan-indonesia-muhammad-yusuf-NmbLyQJBVS.jpg Direktur Jenderal UNESCO Audrey Azoulay. (Foto: AP)

DIREKTUR Jenderal UNESCO Audrey Azoulay pada Kamis 5 Juli 2018 menyerukan untuk mengungkap penyebab meninggalnya wartawan Indonesia, Muhammad Yusuf, di dalam tahanan pada 10 Juni.

"Saya mengutuk pembunuhan Muhammad Yusuf dan menyerukan kepada otoritas berwenang untuk melakukan penyelidikan transparan terhadap hal-hal terkait kematiannya," ujar Azoulay.

Muhammad Yusuf meninggal dunia pada 10 Juni setelah ditahan selama lima minggu di Rutan Polres Kotabaru dan kemudian di Lapas Kelas II-B Kotabaru, Kalimantan Selatan; menunggu sidang pengadilan atas tuduhan melanggar hukum di Indonesia tentang ujaran kebencian dan pencemaran nama baik.

Muhammad Yusuf, yang berusia 42 tahun, ditahan setelah menulis laporan di media daring Kemajuan Rakyat dan Berantas News tentang sengketa perebutan lahan antara perusahaan kelapa sawit raksasa, PT Multi Sarana Agro Mandiri MSAM, dan masyarakat Pulau Laut.

Tulisan itu dinilai bermuatan provokasi, tidak berimbang, dan mencemarkan nama baik MSAM. Ia dituntut dengan Pasal 45A Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU 11/ 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE); dengan ancaman pidana penjara enam tahun dan denda maksimal Rp1 miliar.

UNESCO mempromosikan keselamatan wartawan melalui peningkatan kesadaran global, pengembangan kapasitas dan berbagai tindakan, terutama Rencana Aksi PBB tentang Keselamatan Wartawan dan Isu Kekebalan Hukum.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini