nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Jokowi Ingin Keindahan Lafal Alquran di MTQ Terdengar di Penjuru Dunia

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 11 Juli 2018 20:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 11 337 1921097 presiden-jokowi-ingin-keindahan-lafal-alquran-di-mtq-terdengar-di-penjuru-dunia-bBjExgGEs4.jpg Presiden Joko Widodo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan keindahan lafal alquran bisa terdengar hingga ke penjuru dunia melalui Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).

Menurut dia, lafal alquran dapat menggaungkan nilai kemanusiaan, nilai kesalehan sosial, mengutamakan pembelaan pada yang lemah, serta fakir miskin.

"Saya berpesan supaya MTQ ini membuat dunia mendengar, membuat dunia melihat, membuat dunia merasakan keindahan, kedamaian dan rahmat dari alquran, dari agama Islam," kata Jokowi dalam peresmian pembukaan MTQ Internasional II dan Nasional VIII antar Pondok Pesantren serta Kongres V Jam'iyyatul Qurra Wal Huffazh (JQH) Nahdlatul Ulama, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Menurut dia, kegiatan MTQ yang telah dimulai sejak Jam'iyyatul Qurra Wal Huffazh (JQH) Nahdlatul Ulama sampai sekarang telah mewarnai wajah umat Islam dan bangsa Indonesia. Sebab, ia menilai warna yang diberikan oleh MTQ kepada Islam nusantara sangat indah, merdu, dan mendamaikan.

Ia pun berterima kasih kepada JQH Nahdlatul Ulama atas keteguhannya mensyiarkan, dan menunjukkan Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin kepada dunia.

Kepala Negara percaya ada harapan yang kuat agar MTQ bisa mengingatkan umat Islam untuk menjadikan alquran sebagai nafas, pegangan hidup yang hakiki. Ayat-ayat alquran harus benar-benar bisa diresapi, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-sehari.

"Termasuk supaya alquran jadi panduan kita dalam menjalankan wasathiyah Islam, Islam yang moderat, Islam yang menyejukkan," ucap dia.

Ulama dan cendikiawan muslim dunia telah berkumpul di Indonesia pada Mei 2018 lalu untuk menanamkan bibit awal terbentuknya poros wasathiyah Islam dunia. Dalam pertemuan itu ulama dan cendikiawan optimismistis poros wasathiyah Islam dunia akan jadi arus utama.

"Langkah itu memberikan harapan bagi lahirnya dunia yang damai, dunia yang aman, dunia yang sejahtera dan berkeadilan sosial," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini