nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengakuan Mantan Kittens Harun Yahya: Perkosaan Adalah Hal Biasa

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 12 Juli 2018 11:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 12 18 1921309 pengakuan-mantan-kittens-harun-yahya-perkosaan-adalah-hal-biasa-KHYINCCmUW.jpg Adnan Oktar alias Harun Yahya bersama para kittens. (Foto: A9/Facebook)

ISTANBUL – Seorang mantan pengikut dari penceramah Adnan Oktar atau yang lebih dikenal dengan nama Harun Yahya mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di dalam sekte yang pernah diikutinya itu. Oktar ditangkap kepolisian Istanbul atas berbagai tuduhan kriminal dalam sebuah penggerebekan pada Rabu.

Menurut Ceylan Özgül, yang pernah menjadi “kittens”, sebutan untuk pengikut perempuan Oktar yang sering tampil dalam ceramah-ceramahnya di televisi; perkosaan, kekerasan dan pelecehan seksual adalah hal yang biasa di dalam organisasi yang dipimpin Oktar. Dia juga mengatakan, anggota kittens membawa dua pucuk pistol saat mereka bepergian.

BACA JUGA: Polisi Turki Tangkap Penceramah Harun Yahya

“Organisasi ini penuh dengan kotoran di dalam. Anak-anak berusia tujuh sampai 17 tahun dilecehkan secara seksual. Beberapa gadis telah berulang kali diperkosa. Beberapa kittens membawa dua pistol yang diperoleh secara ilegal ketika mereka berkeliaran di jalanan, ” kata Özgül sebagaimana kepada Anadolu, Kamis (12/7/2018).

Özgül mengatakan, dia bergabung dengan organisasi Oktar pada 2006 sebelum akhirnya meninggalkannya pada 2017.

“Saya telah memperhatikan aktivitas mereka melawan negara dan kegiatan mereka di luar negeri. Saya terganggu secara emosional, jadi saya melarikan diri, ” ujarnya.

Ceylan Özgül meninggalkan organisasi Oktar pada 2017.

Dia juga mengatakan bahwa 30 tuntutan yang dijatuhkan jaksa terhadap Oktar dan para pengikutnya bukannya tidak berdasar.

“Saya secara langsung telah menyaksikan beberapa kejahatan yang tercantum dalam surat perintah penangkapan. Ini adalah organisasi yang berkonspirasi melawan Turki, ” kata Özgül.

Kepada Anadolu, Özgül mengatakan bahwa alasannya bergabung dengan kelompok Oktar adalah karena dia ingin belajar mengenai Islam pada masa-masanya berada di universitas.

“Saya percaya pada mereka dan kemudian saya menemukan diri saya sebagai tawanan mereka. Anda akan segera mengetahui dari perbuatan kotor yang kita tinggalkan setelah Anda melihat semua hal yang telah mereka lakukan, ” tambahnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini