Pemkab Tabanan Gelar Launching dan FGD Pengembangan Desa Wisata Lumbung Kauh

Nurul Hikmah, Jurnalis · Kamis 12 Juli 2018 22:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 12 340 1921668 pemkab-tabanan-gelar-launching-dan-fgd-pengembangan-desa-wisata-lumbung-kauh-AqlmA5OHPK.jpg Launching dan FGD pengembangan desa wisata Lumbung Kauh Tabanan. (Foto: Nurul Hikmah/Okezone)

TABANAN – Keseriusan Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam menggarap kawasan nikosake (nira, kopi, salak, dan kelapa) kembali berlanjut. Kali ini kawasan nikosake diimplementasikan konsepnya untuk pertama kali, mulai Desa Lumbung Kauh, dengan melakukan Launching dan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Desa Wisata Lumbung Kauh melalui pemberdayaan masyarakat berbasis pengolahan kelapa (coconut industries tourism) di Balai Banjar Delod Ceking, Selemadeg Barat, Tabanan, Kamis (12/7/2018).

Acara ini merupakan lanjutan kick-off dan workshop konsolidasi internal pengembangan agrobisnis terintegrasi berbasis kearifan lokal dan pariwisata yang telah sebelumnya dilaksanakan.

Kegiatan dibuka langsung oleh Asisten II Kabupaten Tabanan I Wayan Miarsana dan ditandai pemukulan gong. Hadir dalam acara ini Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Tabanan Ida Bagus Wiratmaja yang sekaligus memimpin jalannya acara serta Direktur Perusahaan Daerah Dharma Santika (PDDS) I Putu Sugi Darmawan.

Wayan Miarsana menjelaskan, salah satu strategi dalam mewujudkan 'Tabanan Serasi' sesuai Perda 11 Tahun 2017 tentang RPJMD 2016–2021 adalah menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan masyarakat berbasis usaha pertanian dan pariwisata.

"Salah satu penerapannya, kami telah menetapkan Peraturan Bupati Nomor 24 Tahun 2018 tentang Action Plan Tourism Models melalui pengembangan agrobisnis terintegrasi berbasis kearifan lokal dan pariwisata di kawasan nikosake," ungkapnya.

(Foto: Ist)

Diharapkan perbub ini dijadikan rujukan pula dalam mengembangkan Desa Wisata Lumbung Kauh dan empat desa di kawasan nikosake lainnya yakni Desa Wanagiri, Belimbing, Sanda, dan Munduktemu agar segera mengimplementasikan dalam bentuk kerangka acuan kerja maupun petunjuk teknis.

"Diharapkan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dapat mencapai sasaran utama yaitu meningkatkan pendapatan masyarakat di kawasan ini. Untuk mewujudkan semua itu tidak mudah, diperlukan komitmen, focus, dan semangat yang tinggi bagi seluruh pemangku kepentingan," imbuhnya.

Panitia Penyelenggara I Gede Alit Yasa dalam laporannya menyampaikan tujuan dari kegiatan ini antara lain untuk menyosialisasikan kepada seluruh elemen masyarakat bahwa ada program baru yang disebut Discovery Nikosake sebagai kawasan Pengembangan agrobisnis terintegrasi berbasis kearifan lokal dan pariwisata. Kemudian telah ditindaklanjuti mulai Desa Lumbung Kauh sebagai desa wisata.

"Mohon dukungan dan masukan dari seluruh stakeholder dalam merencanakan Kerangka Acuan Kerja (KAK) membangun desa wisata melalui pemberdayaan masyarakat berbasis industri pengolahan kelapa yang akan dibahas dalam forum FGD," ungkapnya.

Adapun kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan secara garis besarnya meliputi pembahasan persiapan, pelaksanaan dan monev, serta rencana aksi pengembangan desa wisata melalui pemberdayaan masyarakat berbasis industri pengolahan kelapa.

Sementara Ida Bagus Wiratmaja mengungkapkan apresiasinya kepada Desa Lumbung Kauh yang bekerja keras menyusun proposal dengan baik sehingga akhirnya terpilih sebagai desa wisata. Ia mengatakan, Desa Lumbung Kauh memiliki banyak potensi alam, namun untuk saat ini diharapkan fokus ke pengolahan kelapa.

"Potensi yang terbesar yakni kelapa. Kami juga bekerja sama dengan BUMDA. Nantinya hasil dari desa ini akan dikelola BUMDA, sehingga kelompok tinggal memproduksinya saja," ungkapnya.

(Foto: Ist)

Ia mengungkapkan, meski Desa Lumbung memiliki potensi yang sangat besar, dengan pendidikan yang tinggi, berdasar hasil data statistik desa ini masih tinggi tingkat kemiskinannya. Maka itu, angka ini perlu dientaskan.

Pihaknya menambahkan , Lumbung Kauh sudah dijadikan Desa Wisata, sudah ada surat keputusan dari Bupati. Oleh karena itu, guna menyukseskan dan menggerakkan desa wisata ini diharapkan dukungan dari semua pihak, khususnya generasi muda.

"Dengan adanya forum ini, kami berharap semua peserta dapat berkontribusi untuk memberikan yang terbaik. Mari bersama-sama kita sukseskan dan gerakkan desa wisata ini," imbuhnya.

Dalam acara tersebut juga dilakukan pemaparan dari I Gede Anom Sumerta dari Bapelitbang tentang konsep pengembangan secara mendetail. Hasil FGD ini dipakai untuk menyempurnakan konsep Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang telah didraf oleh Tim Perencana Bapelitbang.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini