JAKARTA - Direktorat Intelijen Keamanan (Ditintelkam) Polda Kalimantan Barat (Kalbar) mendapat sorotan dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Hal tersebut lantaran mereka tak bisa mendeteksi adanya rencana pendirian kantor bersama Polres Ketapang, Kalbar dan kepolisian Suzhou, China.
"Deteksi dini Ditintelkam Polda dan Imigrasi setempat yang berjalan tidak dengan baik," kata anggota Kompolnas, Andrea H. Poeloengan saat dihubungi, Sabtu (14/7/2018).
Menurut dia, jika diteliti secara komprehensif, maka bisa dibilang kalau kasus itu cukup aneh. Dimana, ada aktivitas rombongan asing dan berinteraksi dengan birokrat setempat, tapi aparat Polda tak mengetahuinya.
"Jadi jika kasus di Kalbar harus dilihat komperhensif. Karena cukup aneh jika ada rombongan orang asing datang tidak terdetksi oleh Polda dan Imigrasi," jelasnya.
Lebih lanjut ia berharap pemeriksaan terhadap mantan Kapolres Ketapang, AKBP Sunario dilakukan secara transparan dan diumumkan secara detail ke khalayak ramai. Sehingga, nanti bisa ketahuan siapa sebenarnya yang salah dalam kasus tersebut.
