Berdirinya Kantor Polisi Bersama RI-China, Deteksi Ditintelkam Polda Kalbar Lemah

Fadel Prayoga, Jurnalis · Sabtu 14 Juli 2018 10:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 14 337 1922216 berdirinya-kantor-polisi-bersama-ri-china-deteksi-ditintelkam-polda-kalbar-lemah-vsD7RBLp0h.jpg Prasasti kerjasama berdirinya kantor polisi bersama (Foto: ist)

JAKARTA - Direktorat Intelijen Keamanan (Ditintelkam) Polda Kalimantan Barat (Kalbar) mendapat sorotan dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Hal tersebut lantaran mereka tak bisa mendeteksi adanya rencana pendirian kantor bersama Polres Ketapang, Kalbar dan kepolisian Suzhou, China.

"Deteksi dini Ditintelkam Polda dan Imigrasi setempat yang berjalan tidak dengan baik," kata anggota Kompolnas, Andrea H. Poeloengan saat dihubungi, Sabtu (14/7/2018).

Menurut dia, jika diteliti secara komprehensif, maka bisa dibilang kalau kasus itu cukup aneh. Dimana, ada aktivitas rombongan asing dan berinteraksi dengan birokrat setempat, tapi aparat Polda tak mengetahuinya.

"Jadi jika kasus di Kalbar harus dilihat komperhensif. Karena cukup aneh jika ada rombongan orang asing datang tidak terdetksi oleh Polda dan Imigrasi," jelasnya.

Lebih lanjut ia berharap pemeriksaan terhadap mantan Kapolres Ketapang, AKBP Sunario dilakukan secara transparan dan diumumkan secara detail ke khalayak ramai. Sehingga, nanti bisa ketahuan siapa sebenarnya yang salah dalam kasus tersebut.

"Yang terpenting pemeriksaan dan hasil pemeriksaan harus transparan dan segera diumumkan ke publik," tandasnya.

Sebelumnya diketahui, foto menunjukkan jajaran Polres Ketapang di Kalimantan Barat berfoto bersama kepolisian Suzhou China, menjadi viral. Terlebih lagi, terdapat plakat yang menunjukkan 'kantor bersama Polres Ketapang dan kepolisian Suzhou'. Perihal kabar kantor bersama itu, dibantah Polres Ketapang.

Foto itu menjadi viral sejak Kamis 12 Juli 2018, dan menyebar melalui media sosial maupun pesan singkat. Lokasinya, berada di areal Ketapang Industrial Park (KIP), milik PT BSM, di Sei Awan Kanan, kecamatan Muara Pawan, Ketapang.

Mabes Polri menyatakan AKBP Sunario telah didepak dari jabatan Kapolres Ketapang, kemarin, karena kerjasama dengan kepolisian China tersebut.

AKBP Sunario dicopot karena tidak sesuai dengan mekanisme yang ada di Polri. Seharusnya setiap kerjasama dengan negara lain kewenangannya ada di Mabes Polri.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini