nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Begini Proses Pria "Hidung Belang" Dapat PSK Apartemen Kalibata City hingga Masuk Kamar

Muhamad Rizky, Jurnalis · Rabu 08 Agustus 2018 16:52 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 08 338 1933613 begini-proses-pria-hidung-belang-dapat-psk-apartemen-kalibata-city-hingga-masuk-kamar-AYJrZudzWi.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Kasus prostitusi yang melibatkan anak kembali terbongkar di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Bisnis esek-esek yang terjadi di apartemen tersebut bahkan bukan kali pertama terjadi.

Sebetulnya, seperti apa proses bisnis esek-esek itu berjalan di apartemen tersebut?

Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Azhar Nugroho mengungkapkan, bagaimana para pelanggan bisa mendapatkan jasa para pekerja seks komersil (PSK) di Apartemen Kalibata City yang disukainya.

Pertama, ada sebuah taman yang memang menjadi lokasi bagi pria hidung belang berkumpul. Sang mucikari pun akan menghampiri mereka yang sudah dikuasai birahi untuk menawarkan pemuas syahwat.

Kalibata City

Penawaran dilakukan dengan cara mengundang mereka masuk ke dalam grup We Chat atau Bee Talk. Nah, di dalam aplikasi tersebut para pria hidung belang itu memulai menentukan pilihan PSK yang dianggapnya laiknya untuk memuaskan birahinya.

"Jadi, pelanggan itu kumpul di taman, nanti ada dari germonya itu nyamperin dan dikasih aplikasi nanti komunikasi ke saya, Bee Talk atau We Chat. Setelah komuniasi ada masuk di grup," ucap Azhar di Polda Metro Jaya, Rabu, (8/8/2018).

Lokasi taman yang biasa dijadikan tempat transaksi sendiri, kata Azhar, memang sudah dikenal oleh banyak orang. Usai terjadi kesepakatan, barulah sang mucikari mengajak pria hidung belang itu menuju ke salah satu kamar yang memang sudah disediakan PSK untuk memuaskan nafsu sang pelanggan.

"Oh iya (taman itu terkenal untuk transaksi) karena sudah kesekian kali dari wilayah juga nangkep juga Polda juga, baru ke kamar," paparnya.

Ilustrasi

Diketahui sebelumnya, polisi berhasil mengamankan 32 PSK dan 5 di antaranya masih anak-anak. Kejadian ini sendiri sudah berulang kali terjadi di apartemen tersebut, dan setidaknya sudah tiga kali penangkapan dalam 7 bulan terakhir.

Polisi juga telah menetapkan tiga orang tersangka yakni SBR alias Obay, TM alias Oncom, dan RMV. Atas perbuatannya, para pelaku itu dijerat dengan Pasal 296 KUHP dengan ancaman 1 tahun 4 bulan penjara dan Pasal 506 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini